Warga Depok Diminta Waspadai Daging Gelonggongan

Ilustrasi daging.

DEPOK | Parsial.com – Tingginya permintaan daging jelang Lebaran, menjadi celah pedagang nakal untuk menjual daging gelonggongan. Agar warga tidak menjadi korban kecurangan pedagang, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok meminta warga waspada terhadap peredaran daging tidak sehat tersebut.

“Permintaan daging saat ini meningkat, karena saat Lebaran hampir semua rumah tangga makan daging. Kemungkinan pedagang melakukan kecurangan sangat tinggi, salah satu yang diantisipasi adalah daging gelonggongan. Untuk itu masyarakat harus selektif dalam memilih daging sapi maupun ayam,” jelas Kepala DKPPP Farah Mulyati di ruang kerjanya, Rabu (07/06/17).

Dikatakannya, daging gelonggongan berasal dari hewan seperti sapi atau ayam yang dimasukkan air secara paksa agar bobot tubuhnya bertambah. Setelah itu, baru disembelih. Hanya bedanya untuk sapi, air dimasukkan dengan mulut lewat bantuan selang. Sedangkan untuk ayam, biasanya disuntikkan cairan ke beberapa bagian tubuh.

“Kondisi basah pada daging, akan mengintervensi bakteri dan bibit penyakit masuk dan mengakibatkan percepatan pembusukan pada daging. Hal ini juga diantisipasi pedagang dengan mencampurkan daging tersebut dengan formalin, sehingga banyak kecurangan berlapis yang dilakukan. Masyarakat harus waspada,” imbaunya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara berkala ke beberapa pasar swalayan dan tradisional, serta mengingatkan Rumah Potong Hewan (RPH) untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Masyarakat juga harus cerdas dalam memilih daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” pungkasnya.

sumber

loading...

COMMENTS