Terpidana Pemalsuan Akta Notaris Tidak di Tahan, Ini Penjelasan Ketua PN Cibinong

Ketua Pegadilan Negeri (PN) Klas 1A Cibinong, Barita Sinaga SH,MH. Foto: Wandona/Parsial.com

CIBINONG, BOGOR | PARSIAL.COM – Kasus pemalsuan akta otentik terkait penjualan ruko di Jalan Raya Pasar Minggu, Kali Bata Jakarta Selatan yang menjerat notaris Makbul Suhada sebagai terdakwa, dan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) beberapa waktu lalu dengan vonis 8 bulan dan 1 tahun masa percobaan.

Namun pada kenyataannya, notaris tersebut tidak ditahan sebagaimana terpidana pada umumnya. Makbul terlihat tetap beraktifitas seperti biasanya. Hal tersebut dinilai banyak kalangan akan menimbulkan peresiden buruk terhadap penegakan hukum di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Cibinong, Kabupaten Bogor.

Sementara, saat ditemui Parsial.com diruang kerjanya, baru-baru ini Ketua PN Klas 1A Cibinong, Barita Sinaga SH,MH mengklarifikasi terkait persoalan hukum terdakwa Makbul.

“Memang dia tidak kami ditahan, tapi bukan berarti dia kami bebaskan dari hukuman. Cuman karena yang bersangkutan ini sangat kooperatif selama proses persidangan dan juga atas rekomendasi dari pihak jaksa agar yang bersangkutan tidak ditahan,” sebut Barita meluruskan persoalan tersebut.

“Dia (Makbul red) jelas bersalah dan mengakuinya saat dipersidangan, maka hukuman 8 bulan dan 1 tahun masa percobaan itu adalah sanksi yang dikenakan terhadap terdakwa. Jadi, sekali lagi bukan berarti dibebaskan,” jelas dia.

Disamping itu, menurut Barita, terdakwa Makbul sejak awal proses di kepolisian memang tidak ditahan, begitu juga di kejaksaan, bahkan Makbul sudah mendapatkan sanksi dari serikat Notaris yakni tidak boleh praktek selama 3 bulan.

“Hal itu juga menjadi bahan pertimbangan bagi kami sebagai hakim, selain dia mengakui kesalahannya dalam persidangan, dia juga tidak memepersulit proses persidangan,” lanjut Barita selaku ketua Majelis Hakim kala persidangan tersebut.

“Jadi sekali lagi, Makbul tidak dibebaskan, hanya saja memang tidak ditahan, jika nanti dalam masa 1 tahun percobaannya, kemudian yang bersangkutan melakukan tindak pidana apapun, sekecil apapun, maka dia akan ditahan sesuai sanksi perbuatannya, ditambah 8 bulan tuntutan sebelumnya,” demikian kata Barita.

Reporter: Wandona
Editor: Anas

loading...

COMMENTS