Pradi Supriatna: Pemudik Diminta Waspadai Pencurian Rumah Kosong

KOTA DEPOK | PARSIAL.COM – Untuk mengantisipasi pencurian rumah kosong (rumsong), Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Depok untuk selalu waspada. Pasalnya, mendekati Hari Raya Idulfitri 1438H/2017M, tindak kejahatan semakin meningkat.

“Mendekati hari Lebaran, banyak tindak kejahatan bermunculan. Bahkan, semakin hari semakin nekat. Bagi para pemudik yang meninggalkan rumah untuk selalu waspada dan sebaiknya menitipkan rumah kepada saudara maupun tetangga terdekat. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesan Wakil Wali Kota Depok, Rabu (21/6/17).

Dikatakannya, bagi masyarakat Kota Depok yang mengalami tindak kejahatan untuk segera melapor melalui line telepon 112, serta memanfaatkan aplikasi Panic Button milik Polresta Depok.

“Kita punya Emergency Call 112 dan kepolisian Kota Depok juga punya program Panic Button. Nah, warga bisa lapor di situ, paling lama 1 menit sudah di call back. Dengan adanya kemudahan ini, semoga bisa mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan,” ucapnya.

Dirinya juga berpesan, kepada seluruh masyarakat yang mudik untuk tidak membawa sanak saudara yang tidak memiliki keahlian, saat kembali ke Kota Depok. Jikalau tetap membawa sanak saudara, ia meminta agar segera melapor ke kelurahan setempat.

“Kalau pulang kampung berdua, kembali ke Depok jangan lebih dari itu, jika nggak punya keahlian. Bukannya tidak boleh, Depok itu kota majemuk dan pendatang harus siap berkompetisi dengan masyarakat lainnya,” katanya.

Dikatakan Pradi, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) juga akan melakukan Operasi Yustisi Kependudukan (OYK), agar masyarakat dapat tertib administrasi jika membawa sanak saudara dari kampung halaman.

“Harus laporan kepada kelurahan setempat, kalau nggak buat laporan nanti terjaring operasi yustisi, jangan sampai ini jadi persoalan. Lapor, nanti dibuatkan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) dengan jangka waktu enam bulan,” pungkasnya.

Reporter: Eka
Editor: Anas

loading...

COMMENTS