Ketua DPW Partai Perindro Jabar Nyalon Bupati Bogor

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Jawa Barat Partai Perindro, Ade Wardhana Adinata saat melakukan konsolidasi dan silaturrahmi di kediaman H. Fauzi selaku tim pemenangang Partai Perindro di wilayah selatan, Kabupaten Bogor, Kamis (2262017). Foto Herman

CIGOMBONG | PARSIAL.COM – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Jawa Barat Partai Perindro, Ade Wardhana Adinata bakal calon (Balon) Bupati Bogor periode 2018-2023. Hal itu terungkap, saat ia melakukan konsolidasi dan silaturrahmi ketempat kediaman H. Fauzi selaku tim pemenangang Partai Perindro wilayah selatan,” ungkap Ade Wardhana di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/6/2017).

Dimana kenjungan tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat barisan di inernal pendukungnya di Daerah Pilihan (Dapil) III atau wilayah Bogor Selatan.

Sementara itu, menurut keterangan Ade Wardana yang akrabnya di sapa Kang AW saat ditemui parsial.com di sela kegiatan itu mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi di 40 kecamatan se-Kabuapten Bogor.

“Allhmdulilah, persiapan kita sudah rampung sekitar 80 persen. Dari 40 kecamatan dan 68 desa sudah di lakukan konsolidasi. Dan ini, sebagai langkah awal kemenangan Partai Perindro di Kabupaten Bogor,” kata dia.

Ia menambahkan, maju sebagai kandidat balon Bupati Bogor tak lain adalah untuk melakukan reformasi (perubahan) di semua sektor, terlebih di kalangan para kepala sekolah (Kepsek). Sebab, kata dia, selama ini pembangunan di bawah pemerintahan Bupati Bogor Hj. Nurhayanti sanggat tidak efektip, karena masih terjadi kesenjangan di berbagai hal. Sehingga, kata dia, belum bisa dianggap maksimal.

“Menurut saya, peningkatan tarap hidup masyarakat hanya bisa terjadi jika pembangunan di berbagai sektor dilaksanakan dengan maksimal. Saya memahami betul apa yang menjadi kebutuhan masayarakat,” jelasnya.

Ia melanjutkan, ketimpangan sosial yang terjadi selama ini dikarenakan kurang optimalnya pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerah.

Hal itu terbukti dengan tingginya Silpa pada tahun anggaran 2016 lalu, yang jumlahnya mencapai 1 triliun lebih.

“Harusnya, penyerapan anggaran dimaksimalkan dengan melakukan pembangunan sarana dan prasarana di berbagai sektor,” demikian kata AW.

Reporter: Herman Gunawan
Editor: A.S. Nasution

loading...

COMMENTS