Ketua BPD Palasari Dsebut Terima Uang Rp70 Juta dari Pengelola Galian Pasir C

Lokasi galian pasic C di Kampung Tegalega RT.01/09 Desa Palasari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto: Dedy/Parsial.com.

CIANJUR | PARSIAL.COM — Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Palasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur disebut menerima uang senilai Rp70 juta dari pengelola galian pasir C, guna memuluskan kegiatan aktifitas penambangan pasir ilegal di Kampung Tegalega RT.01/09 Desa Palasari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

“Saya sudah menyerahkan uang Rp70 juta kepada ketua BPD Palasari.‬ Uang itu akan di bagi-bagi kepada semua anggota BPD dan Camat,” kata pengelola galian pasir C, Jack kepada Parsial.com Sabtu (10/6/2017)‬.

‪Sementara saat di singgung terkait perijinan galian tersebut, Jack menjelaskan, yang mengurus semua kegiatan penambangan pasir sudah ia percayakan kepada salah seorang yang berinisial (A). Dari (A) kemudian di lempar lagi ke Mahpud.

“Tapi Mahpud, hanya mampu mengurus ijin warga saja,” tegas Jack.

‪Kemudian, sambung Jack, muncul lagi nama Eman Suherman alias Bob yang tak lain adalah ketua BPD Palasari.

“Eman ini mengantikan posisi kades. Kalau dulu iya, kades yang terima uang. Tapi karena sempat ada masalah, kades tidak mau lagi tampil didepan. Jadi yang menerima uang adalah ketua BPD,” jelas Jack.‬

‪Setelah itu, lanjut Jack, ketua BPD Palasari pun meminta sejumlah anggaran kepada pihak pengelola, untuk di bagikan-bagikan ke pada semua anggota BPD termasuk Camat Cipanas.‬

‪”Lalu sama si Bos, ngasih uang 70 juta, untuk di bagi-bagikan kepada BPD dan Camat” kata Jack menambahkan.‬

‪Terkait hal itu, salah seorang anggota BPD Palasari, Dodi mengatakan tidak mengetahui persoalan tersebut.

“Wah., hebat dong terima uang. Jujur, saya sendiri tidak tahu menahu kang,” ucapnya terheran

Namun demikian, kata Dodi, pihaknya akan segera mengajukan rapat internal BPD terkait dugaan aliran dana dari pihak pengelola kepada ketua BPD.

“Secepatnya persoalan ini akan kami selesaikan kang. Nanti pemberi maupun penerima dana akan kami panggil untuk mendapatkan informasi yang akurat dan objektif supaya persoalan ini jangan sampai menimbulkan fitnah,” tegasnya.

Reporter: Dedy
Editor: Anas

loading...

COMMENTS