Kades Gadog Dituding Selewengkan Dana Desa

dana desa

Proyek jalan desa yang di duga bermalah. Foto: Dedy/Parsial.com

CIANJUR | PARSIAL.COM — Kepala Desa (Kades) Gadog, inisial M di tuding melakukan penyelewengan dana desa (DD) terkait pembangunan jalan desa menuju jalan Gunung kasur, tepatnya di Kampung Sukamaju RT 01/05 Desa Gadog yang berbatasan langsung dengan Jalan Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur pada tahun anggaran 2016 lalu, bersama pihak BPD.

“Dana desa untuk proyek fisik senilai Rp238 juta ini sangat tidak layak, lantaran kwalitas bangunan jauh di bawah standar yang ditentukan. Logikanya, dengan angaran sebesar itu seharusnya kuat beberapa tahun kedepan, ini malah hitungan bulan saja sudah rusak lagi,” ungkap Komarudin mantan Sekdes Gadog, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kepada Parsial.com, Kamis (8/5/2017)‬.

Ia menambahkan, dari pelaksanaan proyek pun banyak di temukan penyimpangan dalam hal pengadaan barang dan jasa, seperti pembelian aspal yang seharusnya 50 drum aspal tapi fakta di lapangan hanya di beli 6 drum aspal saja.‬

‪”Padahal dalam RAB, pembelian aspal itu sebanyak 50 drum, tapi fakta di lapangan cuman ada 6 drum. Dan masalah panjangnya pun juga bermasalah, di tulis 1000 meter lebih, padahal jalan yang dibangun itu panjangnya tidak kurang dari 550 meter saja,” tegas dia menambahkan.‬

‪Bahkan sambung dia, belum lagi terindikasi ada beberapa pengadaan barang dan jasa lainya yang diduga fiktip seperti pengadaan batu dan pasir terdapat pengurangan bahan.‬ Termasuk
‪masalah waktu pengerjaan pun bermasalah.

“Seharusnya pengerjaan itu dilakukan pada bulan September 2016 sesuai hasil rapat bersama, ini malah bulan Agustus pun sudah di kerjakan. Ini ada apa?, ” tanyak Komar, begitu ia disapa.

Selanjutnya, kata dia, dari totol anggaran sebesar Rp238 juta yang merupakan dana transfer pemerintah pusat tersebut, tidak semuannya angaran itu digunakan. Paling juga menurut taksiran dia, dana yang terserap berkisar Rp90 juta.

“Sisanya itu, kades kemanakan,” tanyak dia.

‪Diakui dia, dugaan tersebut bukan hanya hasil perhitungan fisik di lapangannya saja, melainkan hal itu pun kata dia turut diamini oleh pihak Inspektorat Daerah (Irda) melalui hitungan mereka di lapangan bahwa terindikasi jelas-jelas ada penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp238 juta.

Komar pun menyangkan terkait dugaan kasus mark up pembangunan jalan tersebut lagi-lagi mencuat. Sebab, kata dia, sekalipun sudah tak menjabat lagi selaku sekdes di desa tersebut Komarudin masih saja di mintai keterangan oleh pihak Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur.

“Pusing juga pak, ditanyak-tanyak terus oleh Irda Cianjur. Padahal saya kan sudah tidak menjabat lagi sebagai sekdes,” keluh dia.‬

‪Terkait hal itu, Camat Pacet, Ade Suherman saat di konfirmasi Parsial.com mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan terkait masih bergulirnya kasus tersebut. Meski diakui Camat, saat itu ia menjabat di wilayah tersebut sempat ada masalah terkait proyek perbaikan jalan yang bersumber dari dana APBN tersebut.

‪”Soal perkara itu saya belum tahu, karena belum ada pemberitahuan. Lagian makan uang nya juga tidak malah kena repotnya aduh.! (makan uangnya henteu, kena riweuhna heeuh sunda red),” kata camat dengan logat khas Sundanya.

Reporter: Dedy
Editor: Adam Saleh

loading...

COMMENTS