Heboh..!!! Warga Batulawang, Cipanas Temukan Lokasi Kerajaan Pajajaran Yang Terkubur Ratusan Tahun Lalu

Lokasi penemuan punden berundak di blok perbukitan dekat Gunung Baud Talaga Warna, di yakini para peneliti dan budayawan merupakan peninggalan kerajaan Kuta Tanggeuhan Kemuning Wangi sebagai cikal bakal berdirinya kerajaan Pajajaran, Senin (12/6/2017). Foto: Dedy/Parsial.com.

CIANJUR | PARSIAL – Masyarakat Kampung Cidaweung, Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur berubah menjadi heboh lantaran warga setempat menemukan punden berundak di blok perbukitan dekat Gunung Baud Talaga Warna.

Punden berundak tersebut diyakini para peneliti merupakan lokasi peninggalan kerajaan Kuta Tanggeuhan Kemuning Wangi sebagai cikal bakal berdirinya kerajaan Pajajaran.

‪Lokasi penemuan punden berundak tersebut sekitar 17 kilometer dari Kota Cipanas, pemandangan hamparan perkebunan teh dan pegunungan khas Desa Batulawang menghiasi sepanjang perjalanan menuju situs. Namun, dibalik pemandangan menawan itu, masyarakat Batulawang menemukan lokasi punden berundak.

Penemuan lokasi bersejarah itu tepatnya berada di blok dekat Gunung Baud Talaga Warna yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor. Punden berundak tersebut di temukan warga dalam keadaan tertimbun tanah diatas perkebunan sayur mayur warga setempat. Namun setelah dipugar oleh sejumlah peneliti, ditemukan punden berundak bersejarah. Diperkirakaan usia batuan tersebut ratusan hingga ribuan tahuan pada era megalitikum layaknya Gunung Padang. ‬

‪”Sudah puluhan tahun masyarakat bertani di blok tersebut, dan awalnya tidak mengetahui adanya punden berundak. Ternyata setelah dipugar oleh sejumlah budayawan dan peneliti, saya kaget ada ratusan hingga ribuan batu yang berbentuk khas dan unik,” ujar Ketua RT. 04/RW 09 Kampung Cidaweng, Desa Batulawang Asep Ismail kepada Parsial.com, Senin (12/6/2017).

‪Lanjut dia, setelah dibersihkan ternyata ada batu tapak kaki manusia hingga batu berbentuk kujang dan keris. Keunikan lokasi tersebut mengundang, hasrat warga untuk menggali sejarah yang terkubur ratusan tahun lalu.‬

‪”Kami pun bersama sejumlah peneliti langsung melakukan pemugaran secara manual. Dan kami pun lebih kaget karena ternyata ada ribuan batu di bukit tersebut, hingga ada batu berbentuk singgasana,” kata Asep menambahkan. ‬

Atas penomena tersebut, ‪warga setempat berharap pemerintah bisa mengetahui tentang temuan spektakuler tersebut dan segera melakukan penelitian secara komperhensif. Sehingga mampu menjawab terkait teka-teki kerajaan mana saja yang ada disini dan usia batu tua tersebut.‬

‪”Setelah kami amati dan melakukan penelitian, batu tersebut merupakan salah satu peninggalan kerajaan Kuta Tanggeuhan Kemuning Wangi. Kuta artinya tempat, dan Tanggeuhan merupakan andalan. Jadi, kerajaan itu menjadi kerajaan andalan di tatar Sunda. Kerajaan tersebut di perkirakan berdiri pada era tahun 900 masehi hingga 1.100 masehi. Dan kerajaan ini merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Pajajaran,” ungkap Ketua Green Circle Indonesia (GCI)Suherman. ‬

‪Dengan ketinggian sekitar 1.200 meter diatas permukaan laut, membuat lokasi punden berundak pun dipilih sebagai benteng pertahanan salah satu kerajaan di Sunda. Nampak, ditemukan ribuan batu yang masih utuh berdiri kokoh.‬

‪”Batu tersebut tanpa rekayasa dan masih alami karena belum tersentuh oleh tangan-tangan jahil manusia. Untuk itu, diharapkan pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat bisa langsung turun tangan meneliti serta mengkajinya, agar mampu menjawab misteri tersebut” imbaunya. ‬

‪Sejauh ini, sambung dia, hanya pihaknya dan masyarakat saja yang turun tangan langsung untuk melakukan pemugaran secara manual. Diprediksi untuk usia batu itu, diyakini sudah ada ribuan tahun lalu. Dan lokasi itu merupakan patilasan para kesatria, senopati, hingga raja – raja di tatar Sunda ratusan hingga ribuan tahun silam.‬

‪”Batu tersebut merupakan patilasan raja – raja di tatar Sunda hingga Kerajaan Mataram. Jadi sudah jelas lokasi itu merupakan bagian sejarah yang ratusan tahun terkubur,” paparnya. ‬

“Saya berharap kedepan lokasi itu bisa diteliti lebih mendetail secara ilmiah dan historis. Karena di dalam ini masih banyak misteri yang belum terjawab,” harap dia.‬

Untuk usia kadar batu pun harus diteliti, apalagi bentuk lokasi seperti piramida di Gunung Padang, jadi masih banyak teka – teki dari punden berundak di Batulawang ini.‬

‪”Dekat dari lokasi ada ribuan makam raja, permaisuri, hingga para prajurit. Ini menandakan lokasi ini bukan sembarang tempat melainkan lokasi amat bersejarah di wilayah Jawa Barat dan khususnya di Indonesia,” tegas dia.

Reporter: Dedy
Editor: Anas

loading...

COMMENTS