Disnaker: Perusahaan Telat Bayar THR Akan Didenda Lima Persen

Kepala Disnaker Kota Depok, Diah Sadiah

KOTA DEPOK | PARSIAL.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok mengultimatum bagi perusahaan yang belum membayar Tunjangan Hari Raya (THR) hingga batas waktu maksimal H-7 atau pada 19 Juni 2017 tidak akan segan-segan memberikan sanksi denda sebesar 5 persen kepada perusahaan nakal tersebut.

Kepala Disnaker Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan, sanksi tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang di dalamnya mengatur sanksi tegas bagi perusahaan yang telat membayar THR.

“Sanksi akan diberikan ke masing-masing perusahaan yang telat memberikan THR, dan akan diberikan denda sebesar 5 persen ke perusahaan tersebut,” katanya, Rabu (21/6/2017).

Sambung dia, jika ditemukan kasus keterlambatan, Disnaker Kota Depok, pihaknya siap melakukan mediasi dan melakukan pembinaan sampai hak kepegawaian itu diterima. Adapun ketentuan besaran THR yang harus diberikan perusahaan dihitung per 12 bulan masa kerja x 1 bulan gaji. Sedangkan bagi pekerja yang kurang dari setahun masa kerja, diberikan upah secara proporsional sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 6 Tahun 2016.

“Bagi pekerja yang tidak mendapatkan haknya berkaitan dengan THR bisa
melaporkan ke posko pengaduan THR Disnaker Kota Depok, kami akan siap melakukan mediasi dan pembinaan sampai hak pegawai itu diterima,” katanya menambahkan.

Disnaker Kota Depok, kata Diah, akan terus melakukan pemantauan dari hari kerja sampai hari-H batas pembayaran THR. Selain itu, monitoring juga dilakukan dengan turun ke lapangan langsung.

“Hingga saat ini belum ada laporan terkait keterlambatan pembayaran THR,” demikian kata Diah.

Reporter: Eka
Editor: A.S. Nasution

loading...

COMMENTS