Carut Marut Pasar Cisarua Dikeluhkan Pedagang dan Konsumen

Kondisi carut marut pasar Cisarua. Foto WhyParsial.com

CISARUA, BOGOR | PARSIAL.COM – Kondisi Pasar Cisarua yang carut marut mulai di keluhkan para pedagang dan konsumen. Pasalnya, pasar rakyat di bawah manajemen Perusahaan Daerah (PD) Tohaga ini merupakan pasar terpadat di wilayah selatan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Minimnya lahan pasar salah satu penyumbang para pedagang tumpah ruah di sepanjang pintu masuk areal pasar. Sehingga tak pelak kemacetan dan kesemrawutan pun menjadi pemandangan sehari-hari di pasar ini.

Sejumlah para pedagang mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan hal itu, lantaran pihak pengelola pasar pun terkesan menutup mata terkait persoalan ini.

Seperti di ungkapkan salah seorang pedagang asongan, Dadang, dimana kata dia pada hari Jum’at (16/6/2017) kemarin, kondisi pasar Cisarua betul-betul dalam kondisi semrawut lantaran ada dua mobil truk yang berpapasan masuk ke areal pasar. Diperparah lagi dengan keberadaan tukang ojek yang menurun naikkan penumpang membuat pasar semakin tak beraturan.

“Udah nggak karuan aja pak. Orang yang mau belanja pun, susah mau melangka,” keluh Dadang.

Kemudian sambung Dadang, kira-kira 1 jam berikutnya baru kondisi pasar berangsur normal.

“Seperti inilah kondisi Pasar Cisarua setiap hari pak,” kata Dadang nada ketus.

Masih kata pedagang, Ujang (43), kesemrawutan Pasar Cisarua di samping persoalan tersebut juga diakibatkan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pintu masuk areal pasar.

Diakui dia, persoalan ini, sudah sering ia sampaikan kepada pihak pengelola, agar PKL yang berjualan di sembarangan tempat di tertibkan karena membuat kondisi pasar semakin tak berarturan.

“Tapi sayang pak, hingga hari ini tidak ada tindakan nyata dari pengelola pasar,” sesalnya.

“Kalau dibilang rugi, jelas kami rugi, selaku pedagang yang berada di bangunan utama. Mana tiap tahun harus bayar sewa, tapi omset kami banyak diambil para PKL karena keberadaan mereka lebih mudah di jangkau konsumen dan harga jauh lebih murah dari kami,” sebut dia.

Terkait hal itu, pengamat politik dan kebijakan publik Igor Dirgantara dari Universitas Jaya Baya mengomentari terkait persoalan tersebut. Menurut Igor, PD Tohaga selaku pengelola pasar mesti mencari jalan keluar terkait persoalan yang dihadapi para pedagang.

“PD Tohaga selaku pengelola pasar tidak boleh tutup mata. Coba ajak pedagang duduk bersama, pasti akan ada solusinya,” pesan Igor.

Seharusnya, menurut Igor, untuk truk pengangkut barang tidak mesti melakukan bongkar muat di dalam pasar, karena hal itu akan jelas-jelas menambah kesemrautan pasar tersebut.

“Bongkar muat barang, cukup di luar pasar. Jadi barang yang di bongkar muat itu di panggul saja kedalam. Saya rasa gitu ya.?,” kata Igor.

Reporter: Why
Editor: Anas

loading...

COMMENTS