Pasca Kelulusan SMA/SMK, Disnakertrans Cianjur Kebanjiran Pemohon Kartu Kuning

Sekretaris Disnakertrans Cianjur, Jawa Barat, Heri Suparjo. Foto: Dedy/Parsial.com

CIANJUR | PARSIAL.COM – Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Cianjur, Jawa Barat, kebanjiran pemohon kartu kuning pasca pengumumam kelulusan SMA sederajat 2017.

Sekretaris Disnakertrans Cianjur, Heri Suparjo kepada Parsial.com mengatakan, pasca Ujian Nasional (UN) dan pengumuman kelulusan permintaan kartu kuning di kantornya terus meningkat. Di bulan April saja, kata dia, tercatat ada sebanyak 827 pemohon. Sementara di minggu ke dua tanggal 9 Mei tercatat 554 pemohon.

Diakui Heri, tingginya pemohon kartu kuning tersebut, membuat pihaknya sempat kewalahan yang mana para pemohon tersebut kata Heri rata-rata baru pertama kali membuat kartu kuning sebagai persiapan berkas administrasi untuk melamar pekerjaan.

Kendati, ungkap Heri, membludaknya pemohon kartu kuning tersebut tidak lantas membuat antrian lama karena sistem pencetakan kartu di buata secara masal.‬

‪”Sekarang antre tidak lama. Tapi yang lama itu memasukan data ke server lalu diprint secara masal. Kalau yang bikinnya 10 sampai 20 orang, setengah jam juga beres. Kalau sampai lima puluh pemohon paling satu sampai dua jam,” tambahnya.‬

‪Heri menginformasikan, pihaknya juga menyediakan layanan pembuatan kartu kuning secara online melalui ip 36.66.147.27/disnaker.

Dan ia menegaskan, pembuatan kartu kuning tersebut tidak dikenakan biaya alias gratis.

‪”Biayanya gratis. Dan bagi mereka yang membutuhkan kartu kuning sekarang pun bisa daftar lewat online. Daftar dulu, baru masuk untuk pembuatan AK 1. Nanti tinggal datang ke kantor untuk dilakukan verifikasi data, setelah itu selesai tinggal di bawa sama pemohon,” demikian kata Heri.

Reporter: Dedy
Editor: A.S. Nasution

loading...

COMMENTS