Musim Penerimaan Murid Baru, Spanduk Ilegal Menjamur

Salah satu iklan promosi sekolah di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yang di duga ilegal karena tidak memiliki ijin dari bagian pelayan Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (17/5/2017). Foto: A.S.Nasution/Parsial.com

BOGOR | PARSIAL.COM РDalam rangka penerimaan calon siswa baru, sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Bogor mulai memasang strategi untuk mengaet calon siswa baru sebanyak mungkin dengan cara mempromosikan sekolah tersebut lewat media alat praga seperti umbul-umbul dan spanduk.

Tak dipungkiri, media spanduk merupakan maknet tersendiri bagi pihak sekolah untuk mengaet calon siswa sebanyak mungkin, dan hal itu pun sah-sah saja selama pemasang iklan atau pihak sekolah bersedia mengurus perijinan terkait ijin penyajian iklan promosi tersebut ke bagian sentral pelayanan di masing-masing kecamatan.

Namun sayang, berdasarkan penelusaran Parsial.com di lapangan, hampir 100 persen media spanduk yang dipasang di jalan-jalan protokoler tersebut tak satu pun yang ada ijinnya.

Hal itu, dibenarkan Kasi Pelayanan, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor Sukimin bahwa semua iklan spanduk dan baliho penerimaan siswa baru yang di pasang di tempat-tempat strategis seperti jalan protokoler tak satu pun yang berijin.

“Kalau untuk saat ini, kami belum pernah kedatangan dari pihak sekolah terkait pengurus ijin iklan mereka. Mungkin belum ya, nggak tau kalau nanti,” kata Sukimin, Rabu (17/5/2017).

Ironis, padahal spanduk-spanduk tersebut sudah terpampang jauh sebelum pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP/SMA.

Sementara itu, Pengamat Politik dan kebijakan publik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menyesalkan ulah para oknum pemasang iklan tersebut yang hanya mau enaknya saja. Padahal, kata Igor, berbicara spanduk dan umbul-umbul merupakan sejenis iklan yang di atur dalam Undang-Undang (UU) periklanan.

“Mestinya, jangan hanya mau enaknya saja, kewajibannya selaku warga negara yang baik di abaikan. Namanya iklan itu, musti bayar lah,” ketus Igor.

Apalagi berbicara iklan sambung Igor, adalah salah satu potensi pajak untuk menambah inkam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Atau jangan-jangan oknum aparatnya yang tidak pro aktif turun kelapangan. Atau bisa juga, oknum pegawai pemerintahnya ada main mata dengan pihak pemasang iklan,” sebut Igor.

Ia menyelaskan atas peristiwa tersebut, karena ratusan juta potensi pajak di bawah pemerintahan Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti menguap begitu saja.

“Saya rasa, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada langkah konkrit dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menyelesaikan persoalan ini,” demikian kata Igor.

Reporter: A.S. Nasution
Editor: Ryian

loading...

COMMENTS