Men-PANRB Kunjungi Milad Zis ke 4 Desa Nanggerang, Sukabumi

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN) Dr. H. Asman Abnur S.E., M.Si, Bupati Sukabumi Drs. H. marwan Hamami, Kepala Desa Nanggerang Ade Daryadi, berjalan bersama rombongan menuju lokasi kegiatan Milad ZIS ke4

SUKABUMI | PARSIAL.COM –Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Asman Abnur menghadiri acara Milad Zakat Infaq Sadakah (ZIS) ke 4 di Desa Nanggerang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam pidatonya Mentri Asman berpesan kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi untuk memfokuskan perbaikan layanan publik, serta memperbaiki kinerja sehingga lebih memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang prima.

“Mengutamakan pelayan serta tidak menyalahgunakan jabatannya dalam menjalankan tugas negara,” kata Asman dalam pidatonya, saat menghadiri Milad ZIS ke 4, di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (21/5/2017).

Ia juga berpesan, agar ASN dengan umaro harus bersinergi. Sebab, menurut dia, semua program umaro tanpa didukung pemerintah itu tidak akan jalan, begitupun sebaliknya program pemerintahpun tidak akan maju tanpa umaro dan warga masyarakat.

Disamping itu, pihaknya juga mengapresiasi kemajuan program ZIS di desa Nangerang.

“Kesuksesan ZIS di desa Ini, adalah salah satu contoh yang patut ditiru oleh semua desa. Dan saya sendiri akan menyampaikan keberhasilan program ini ke semua wilayah yang ada di Indonesia saat kunjungan saya nanti,” katanya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN) Dr. H. Asman Abnur S.E., M.Si, Bupati Sukabumi Drs. H. marwan Hamami, Kepala Desa Nanggerang Ade Daryadi, kapolres Sukabumi, AKBP M Ngajib SIK, saat duduk di lokasi acara kegiatan di gelar.

Senada disampaikan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami bahwa peran serta msyarakat Desa Nangerang dalam membangun lingkungannya melalui program infak sodakoh tersebut patut di apresiasi. Dan ini perlu di dorong terutama unsur-unsur pimpinan di tingkat kecamatan, desa, MUI dan aparat itu sendiri.

Sambung bupati, semoga program tersebut mampu menjadi peran ZIS kedepan untuk membantu kondisi percepatan layanan terutama pada posisi bantuan-bantuan yang selama ini tergantung pada pemerintah.

“Mudah-mudahan melihat peranan ZIS di Desa Nangerang ini, kiranya bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ada di Kabupaten Sukabumi, karena ZIS menjadi satu pemberdayaan yang mengiring masayarakat menuju sejahtera.” kata bupati.

Sebagai contoh, kata dia, di desa tersebut semua layanan kesehatan maupun pendidikan sudah ditangani oleh masyarakatnya sendiri, dan pemerintah merasa terbantu dengan ide-ide tersebut.

Bupati berjanji, Kedepan seluruh desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi akan diwajibkan untuk mebentukan ZIS.

Sementara itu, Kepala Desa Nangerang Ade Daryadi menuturkan kegiatan Milad ZIS tersebut merupakan agenda rutin yang di gelar pihak desa pada saat menjelang bulan suci ramadhan.

“kami rutin melaksanakan kegiatan santunan untuk janda jompo yang ada di lingkungan desa ini, kebetulan tahun ini kurang lebih jumlahnya ada 200 orang,” ungkap kades.

Selain itu, kata kades, pihaknya juga sering memerikan santunan tidak hanya menjelang puasa, di bulan muharam pun juga memberikan santunan kepada para anak-anak yatim yang di berikan langsung oleh ZIS.

Bupati Sukabumi Drs. H. marwan Hamami, di dampingi Kepala Desa Nanggerang Ade Daryadi, saat memberikan santunan kepada Janda Jompo warga masyarakat Desa Nanggerang.

Sementara, kegiatan lain yang sudah dilakukan ZIS diantaranya membayar semua tagihan listrik mesjid, kemudian membiayai pengajian selama 7 hari ketika ada warga yang meninggal dan penebusan beras raskin.

“Di Desa Nangerang ini beras raskin itu gratis bagi masayarakat yang kurang mampu karena sudah di bayarkan oleh ZIS,” jelasnya.

“Jadi hasil dari uang yang di infakan dari warga itu kami bisa membayarkan ke beras raskin, dan bisa membayar orang yang mengajikan selama 1 minggu ketika ada orang yang meninggal, serta bisa menerangi listrik mesjid, majlis ta,lim, serta menerangi jalan lingkungan, santunan janda jompo dan yatim.
Serta dalam pengelolaan infak sodakoh kita ini memberdayakan program azas merata sama-sama dan adil itu bukan berarti harus sama jadi yang kami kelola hanya infak dan sodakohnya saja,” papar kades.

Kata kades, dana ZIS sendiri tidak dikelola oleh tingkat desa melainkan oleh pengurus ZIS di tingkat RW masing-masing dan gunanya dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kalau di tingkat desa, sambung kades, paling juga untuk biaya operasional mobil ambulance kesehatan dan yang lainnya. Dan untuk nominalnya sendiri tidak di tentukan,

“Ini itung warga masyarakat belajar zakat sebelum nisab yang dikeluarkan sebesar 2,5 persen. Jadi kebiasaan warga kami itu, ibu-ibu sebelum belanja di bersihkan dulu dengan mengeluarkan zakat infak sodakohnya sebesar 2,5 persen yaitu dengan motto “Terimakasih ketika menerima langsung dikasih”. Dan alhamdulilah, dari hasil infak sodakoh yang terkumpul tahun pertama kami bisa membeli mobil Ambulace ZIS, terus tahun berikutnya bisa membangun Klinik ZIS, untuk rawat inap, selanjutnya kantor sekertariat ZIS dan berikutnya yaitu ternak kambing milik ZIS,” paparnya.

“Jadi, ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan perawatan kami sudah menyiapkan Kliniknya beserta tenaga medisnya dan itu sama sekali tidak berbayar alias gratis. Dan ketika harus dirujuk kerumah sakit pun sudah di sediakan mobil ambulan gratis serta biaya pengobatannya pun di tanggung oleh ZIS,” katanya.

Dengan demikian, kades berharap melalui program infak sodakoh tersebut, warga masyarakat yang ada di desa tersebut bisa lebih sejahtra lagi serta program ini bisa lebih maju lagi.

Reporter : Fa,is
Editor: Anas

loading...

COMMENTS