Melawan Lupa, Puluhan Nyawa Melayang Sia-sia Akibat Kecelakaan Maut di Ciloto

ciloto

Pemimpin Redaksi Parsial.com, Adam Saleh Nasution

PARSIAL.COM | Sudah selayaknya pihak kepolisian melakukan langkah antisipatif guna menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Ciloto, Kabupate Cianjur, Jawa Barat.

Sebab, berdasarkan catatan redaksi Parsial.com sejak tahun 2013 hingga 2017 ini tercatat sudah 31 nyawa melayang sia-sia, puluhan orang mengalami luka berat dan luka ringan karena kesalahan yang diakibatkan oleh faktor manusia (human error), dimana mayoritas sang pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kenderaan mereka akibat tidak berpungsinya sistem navigasi kenderaan dengan baik seperti tidak berpungsinya rem kenderaan.

Analisa itu, mengacu kepada hasil kesimpulan dilapangan, yang kemudiam di rangkum media ini sejak 2013-2017 sebagai berikut:

April 2017

Sebuah bus parawisata Kitrans dengan nomor polisi B 7057 BGA datang dari arah Jakarta menuju obyek wisata Kebon Raya Cibodas (KBC) pada hari Minggu (30/4/2017) pagi, sekitar pukul 10:30 WIB jatuh ke jurang sedalam 20 meter setelah sebelumnya menabrak mobil Avanza Silver B 1608 BKV, Avanza Silver B 1087 BIQ, Pick Up Hitam F 8312 YA, R2 Mio Merah B 4503 BBI, R2 Vario Merah B 3370 BXG, R2 Vario Hitam B 4503 BBI, R2 Satria FU B 6917 BHK dan sebuah mobil angkutan kota (angkot) jurusan Cipanas – Ciloto juga ikut ringsek di hantam bus tersebut.‬

Insiden ini menewaskan 11 orang tewas ditempat, 10 orang luka berat dan puluhan luka ringan. Sementara, penyebab kecelakaan diketahui sang sopir tidak mampu mengendalikan laju bus akibat rem blong.

Oktober 2016

Insiden kecelakaan terjadi di Jalan Raya Cipanas-Puncak, pada hari Senin 24 Oktober 2016, tepatnya di jalur Ciloto, Kampung Bondol RT 02 RW 02, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Akibat insiden itu, dikabarkakan tiga orang tewas dan empat lainnya luka berat. Sementara, penyebab kecelakaan diduga karena truk pengangkut semen bernomor polisi B 9883 KYU mengalami rem blong.

Berdasarkan keterangan warga kepada Parsial.com kala itu, sopir truk tidak mampu mengendalikan laju kendaraan yang sedang melaju dari arah Bogor menuju Cianjur. Menggingat, kondisi jalur Ciloto dengan kontur turunan tajam membuat laju tak terkendali dan akhirnya menghantam sebuah mobil bernopol B 1833 GEQ yang sedang diparkir dan diperbaiki oleh dua montir di lajur kanan jalan arah Cianjur-Puncak.

Februari 2013

Pada bulan Februari 2013 silam, sebuah mobil Bus Mustika Mega Utama menabrak tebing dan mengakibatkan 17 penumpang tewas serta 42 penumpang lainnya menderita luka berat dan ringan.

Kecelakaan maut itu berawal ketika bus bernopol F 7263 K tersebut melaju dari arah Bogor membawa rombongan sebanyak 65 peziarah menuju Cikundul, Warungkondang, Cianjur. Sekitar pukul 11:25 WIB, bus melaju di turunan Ciloto yang kondisi jalannya berlubang dan menikung.

Ketika memasuki KM 89 pada pukul 11.30 WIB, laju bus tak terkendali dan berjalan zig-zag. Sang sopir bus, Pandi (45) tak mampu menguasai laju kendaraan karena diduga rem mobil blong.

Menyikapi insiden tersebut, sudah seyogianya pihak kepolisian Polres Bogor dan Polres Cianjur duduk bersama untuk mengambil langkah antisipatif guna menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas diwilayah tersebut. Misalnya, dengan melakukan pemeriksaan setiap hari bagi bus-bus besar yang akan melintas diwilayah itu terkait dengan kelayakan kenderaan. Disamping itu, juga memasang rambu-rambu sebagai peringatan bahwa jalur itu adalah jalur rawan kecelakaan dan lain sebagainya.

Penulis: Adam Saleh Nasution
Pemred Parsial.com

loading...

COMMENTS