Melalui Sosialisasi APBDes 2017, Pemdes Parungkuda Cipatakan Tata Kelola Pemerintah yang Baik dan Bersih

Kepala Desa Parungkuda Unus Muhadi, Bersama Ketua TPKD Oni Sudrajat, beserta kelembagaan desa, para ketua Rt, dan Rw, Lpm, karang taruna, Bumdes, serta tokoh masyarak lainnya saat photo bersama usai kegiatan. Kamis 18/05/2017 photo Fa,is Parsial.com

SUKABUMI | PARSIAL.COM – Guna menciptaka tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih “clean governance dan good governance” Pemerintah Desa (Pemdes) Parungkuda mengelar sosialisasi terkait Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2017, meliputi Dana Desa (DD), Dana Alokasi Desa (ADD), Bantuan Hasil Retrebusi Pajaka Daerah (BHPRD) dan Bantuan Banprov.

“Inti utama dari sosialisasi ini ialah membahas masalah transaparansi, dan implementasi angaran dana desa menuju tata kelola pemerintahan desa yang baik dan bersih (clean governance dan good governance),” ungkap Kepala Desa Parungkuda, Unus Muhadi kepada Parsial.com di Aula Kantor Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/5/2017).

Selanjutnya, kata kades, guna meningkatkan kwualitas pelayan publik di desanya, pihaknya akan melibatkan elemen masyarakat dalam menentukan skala proritas pembangunan desa. Juga memberikan hak-hak sipil masyarakat dalam melaksanakan pungsi kontrol terhadap laju pembangunan di desa tersebut.

“Mudah-mudahan dengan pola ini mampu menumbuhkan rasa kegotong royong di masyarakat Desa Parungkuda yang kini tengah terdegradasi akibat pesatnya kemajuan jaman,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengelola Keuangan Desa (TPKD) Oni Sudrajat menyesalkan, bahwa pihaknya tidak dapat mengundang seluruh eleman masyarakat untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Melainkan kata dia, peserta yang hadir hanya melalui perwakilan masyarakat seperti ketua RT, RW, LPM, TPK, Karangtaruna, Bumdes, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan sebagian kaum perempuan.

“Walaupun tidak semua warga kita undang, minimal peserta yang hadir ini sudah merupakan bagian dari representasi perwakilan masyarakat Desa Parungkuda,” jelasnya.

Ia pun menginformasikan, salah satu bentuk transparansi yang dimaksud yaitu dengan memasang baliho realisasi anggaran di titik lokasi strategis dan akan membuat semacam pamplet atau brosur yang nantinya akan di tempel di titik-titik lokasi tertentu.

Kemudian, kata dia, untuk tahun ini ada beberapa kegiatan yang menjadi skala prioritas dalam penggunaan ADD, yaitu 60 persen dari dana tersebut akan dialokasin untuk kegiatan pembangunan dan pemberdayaan.

“Tadipun sudah kami ulas, tapi nanti ditataran sosialisasi dilingkungan akan lebih kami pertajam lagi,” jelasnya.

Dengan demikian, pihaknya berharap setelah pertemuan ini para wakil yang hadir tersebut dapat menyampaikan kembali apa saja yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan ini untuk di sosialisasikan kembali kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kami akan melakukan pertemuan lanjutan di titik lokasi yang menjadi sentral kegiatan atau skala prioritas,” demikian diungkapkan Oni.

Reporter: Fa,is
Editor: A.S. Nasution

loading...

COMMENTS