KPU: Keterwakilan Perempuan di Legeslatif dan Eksekutif Masih Minim

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor saat menggelar seminar di Bale Seda Kencana BKPP Bogor, jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bogor, Selasa (16/5/2017). Foto: Ist/Parsial.com.

KOTA BOGOR | PARSIAL.COM – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, Undang Suryatna mengatakan tingkat partisipasi perempuan dalam keanggotaan legislatif maupun pemimpin eksekutif masih minim. Padahal, berdasarkan data statistik, jumlah penduduk perempuan hampir sama banyaknya dengan jumlah penduduk laki-laki.

“Dengan jumlah yang sedikit, suara perempuan tidak akan mungkin memiliki kesempatan membawa perubahan yang berarti dalam proses pengambilan keputusan politik. Mengabaikan perempuan dalam pembuatan keputusan politik sama artinya dengan meminggirkan sebagian besar penduduk Indonesia dari proses politik,” kata Undang saat membuka Lomba Cerdas Cermat Kepemiluan dan Demokrasi bagi para kader PKK Kota Bogor di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor, Selasa (23/5/2017).

Menurutnya, berdasarkan tindakan afirmasi (afirmasi action), setiap partai politik (parpol) harus menyertakan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Hal tersebut didasari UUD 1945 Pasal 28 H ayat 2, setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

“Melalui Lomba Cerdas Cermat Kepemiluan dan Demokrasi bagi para kader PKK, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi dalam mencapai proses demokrasi yang akan berlangsung sehingga tumbuh kesadaran dan rasa tanggung jawab yang tinggi dari semua unsur masyarakat, khsususnya kaum perempuan untuk berpatisipasi membangun daerah, bangsa dan negara melalui keterlibatan serta partisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),” ujar Undang.

Jika hal itu dapat diwujudkan, lanjut Undang, maka proses demokrasi akan lebih bermakna dan tidak hanya bersifat normatif (formalitas), tetapi juga jadi lebih substansial tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Reporter: Dicky/Iwan
Editor: Anas

loading...

COMMENTS