Kemenag Depok Akan Tambah Jumlah Madrasah Negeri

Kepala Kemenag Depok, Chalik A. Mawardi. Foto: Ist/Parsial.com

DEPOK | PARSIAL.COM –Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Depok akan menambah jumlah Madrasah Negeri di wilayah tersebut. Pasalnya, Kota Depok saat ini baru memiliki satu Madrasah Negeri yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Cimanggis Depok.

“Idealnya minimal ada tiga, masing-masing satu untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Dan saat ini kami dari Kemenag dengan pemerintah tengah berupaya untuk mewujudkan itu,” kata Kepala Kemenag Depok, Chalik A. Mawardi di Depok, Kamis (18/5/2017).

Dikatakan Chalik, tidak seperti membangun sekolah umum, membangun madrasah memerlukan persetujuan dari berbagai pihak. Diantaranya Kementerian Agama Pusat dan Kementerian Keuangan.

“Kalau sekolah umum kan hanya perlu surat keputusan Wali Kota lalu bisa dimulai pembangunanya. Kalau membangun madrasah perlu integrasi antara pemerintah dengan Kemenag. Harus ada ijin dari Menteri Agama dan harus direkomendasikan oleh Menteri Keuangan. Selain itu juga perlu dilihat ketersediaan dana dan lahan,” tutur Chalik.

Untuk lahan pembangunan pun, sambung Chalik, Ada ketentuan tertentu yaitu tanah tidak boleh berasal dari fasilitas umum dan tidak boleh tanah wakaf, tetapi harus milik Kementerian Agama.

“Pemerintah telah menyediakan tanah di wilayah Jatijajar, hanya saja karena persyaratan tanah harus milik Kemenag, maka belum bisa dibangun,” katanya.

Cara yang bisa dilakukan adalah tanah dari pemerintah harus dihibahkan kepada Kemenag agar bisa segera dilakukan pembangunan. Dirinya menuturkan, hal tersebut telah didiskusikan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris dan akan segera diproses.

“Semua itu sedang kami tunggu untuk kebijakannya. Proses penghibahan tanah juga tidak semudah itu, melainkan melalui proses yang panjang, harus mendapatkan persetujuan dari DPRD juga,” terangnya.

Solusi lain juga telah digulirkan untuk pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri yang setingkat dengan Sekolah Dasar. Kemenag bersama dengan Dinas Pendidikan juga sudah berbicara terkait solusi untuk pembangunan MI negeri.

“Gedung SD negeri yang berdekatan atau bersebelahan dan memiliki jumlah guru dan murid sedikit nantinya akan digabung, dan salah satu gedung yang ditinggalkan karena penggabungan tadi akan dijadikan MI negeri. Jadi, masyarakat tinggal memilih mau bersekolah di SD atau MI negeri,” kata Chalik.

Dirinya berharap, semua upaya-upaya yang telah dilakukan bisa segera terealisasi. Apalagi untuk menjadikan warga Depok yang religius, tentu madrasah menjadi bagian yang penting untuk bisa dihadirkan di masyarakat.

“Saat ini tengah berproses untuk menambah madrasah negeri, meski bukan hal yang mudah, tetapi kami bersama dengan pemerintah akan terus berupaya untuk mewujudkan itu,” demikian kata Chalik.

Reporter: Alimin
Editor: A.S. Nasution

loading...

COMMENTS