Ironis, Gara-Gara Ambil Cacing di Gunung Pangarango Bapak Dua Anak Ini Terancam 10 tahun Penjara

Udin dan istri saat di datangi petugas dari kehutanan didampingi aparat kepolisian terkait dengan pengambilan cacing sonari di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangarango (TNGGP), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto: Dedy/Parsial.com.

CIANJUR | PARSIAL.COM – Ironis menimpa nasib bapak dua anak ini Udin (48) warga Kampung Rarahan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, terancam 10 tahun penjara, gara-gara mencari dan mengambil cacing untuk keperluan obat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangarango (TNGGP), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ela Nurhayati (41) istri Didin menyatakan sangat terkejut dengan aturan hukum yang akan memenjerat suaminya selama 10 tahun penjara hanya karena mencari dan mengambil cacing di kawasan hutan lindung yang tidak jauh dari tempat tiggal mereka itu.

Ia tidak menyangka suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang jagung bakar di Kebun Raya Cibodas (KRC) itu, akan terjerat hukum lantaran disuruh mencari cacing dengan dalih untuk obat dan dibudidayakan.

Mendapati permintaan tersebut, Didin menyanggupi dan mencari cacing sonari yang tidak masuk dalam kategori hewan yang dilindungi di kawasan taman nasional karena keberadaanya tidak di dalam tanah melainkan di atas pepohonan, sehingga tidak sulit untuk mencarinya.

“Biasanya suami saya berjualan jagung bakar di kebun raya pak, tapi karena ada yang menyuruh mencari cacing sonari ia sanggupi,” kata Ela Nurhayati (41) istri Didin kepada Parsial.com di rumahnya, Selasa (16/5/2017).

Setelah beberapa hari, ungkap Eli, rumah mereka kedatangan 10 orang pria yang mengaku petugas dari kehutanan didampingi aparat kepolisian.

Orang-orang itu langsung melakukan penggeledahan di dalam dan di luar rumah, ember berisi cacing sonari yang tersimpan di bagian belakang rumah dibawa sebagai barang bukti.

“Pada hari itu, suami saya langsung dibawa petugas, katanya sih mau meminjam suami saya sebentar. Tapi selang beberapa jam saya disuruh harus menandatangani surat penahanan. Suami saya ditahan di Polres Cianjur, sebagai tahanan titipan dari Petugas PPNS Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” papar dia.

Dalam surat penahan tersebut tambah dia, suaminya dituduh sebagai pelaku pengrusakan hutan dengan aktivitas mencari cacing, meskipun dia hanya mencari cacing untuk membantu warga yang membutuhkan untuk obat.

“Cacing sonari adanya di dalam kadaka, bukan di dalam tanah dan suami saya tidak merusak apapun dalam kawasan lindung,” katanya.

Namun pihak penyidik tetap mengenakan pasal 78 atas (5) dan atau ayat (12) jo Pasal 50 ayat (3) huruf R dan huruf M, Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Ancaman hukuman katanya sampai 10 tahun penjara. Saya minta ada keadilan untuk suami saya agar dapat segera dibebaskan karena dia tulang punggung kami,” katanya.

Dia menjelaskan, sejak suaminya ditahan Ela terpaksa menjadi buruh serabutan mulai dari memberi makan ternak atau menjadi kuli cuci di rumah tetangga, untuk menghidup dua orang anaknya.

Reporter: Dedy
Editor: Anas

loading...

COMMENTS