BPLHD Jabar Bahas Diseminasi Desa Berbudaya Lingkungan

Sambutan Kepala BPLHD Jawa Barat, Anang Sudarma saat mengelar acara diseminasi desa berbudaya lingkungan (Eco Village) di Gedung GSG1 Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Selasa (23/5/2017). Foto: Wandona/Parsial.com.

CIBINONG, BOGOR | PARSIAL.COM – Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor menggelar acara diseminasi desa berbudaya lingkungan (Eco Village) di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

Kepala BPLHD Provinsi Jawa Barat, Anang Sudarma mengatakan, terkait konsep Eco Village yaitu sebuah konsep tentang pembangunan lingkungan hidup diwilayah Jawa Barat (Jabar) melalui gerakan Jabar Bestari.

Sementara itu, perlunya konsep Eco Village di canangkan, karena adanya 4 persoalan global yaitu persoalan air, pangan, energi dan lingkungan.
Dimana hal tersebut kata dia, merupakan salah satu pokok pangkal persoalan mendasar sebelum menyangkut persoalan infrastruktur.

Pasalnya, kebutuhan air sambung Anang, menunjang terhadap kebutuhan pangan dan energi. Untuk itu, pesan dia, lingkungan harus benar-benar di jaga kelestariannya.

“Untuk menyelesaikan persoalan lingkungan hidup, semua pihak harus terlibat aktif. Dengan spirit kebersamaan. Walaupun, saat ini baru terdapat 24 desa atau 5 persen dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor yang sudah tertangani persoalan ini. Tapi kami akan tetap berupaya untuk mewujudkan semuanya,” ujar Anang kepada awak media, saat mengelar acara diseminasi desa berbudaya lingkungan (Eco Village) di Gedung GSG1 Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Selasa (23/5/2017).

Dia juga menjelaskan ada beberapa strategi yang akan diterapkan dalam mengatasi persoalan itu, diantaranya membangkitkan partisipasi masyarakat melalui pengelolaan sampah domestik dengan tidak membuang sampah ke sungai. Kemudian, limbah industri jangan di buang kesungai, melainkan dikelola dengan baik oleh pihak perusahaan.

“InsyaAllah dengan cara itu, maka persoalannya bisa di atasi. Apalagi, kalau di tambah dengan pemimpinnya yang betul-betul perduli dengan lingkungan hidup, maka semuanya itu akan beres” jelas Anang.

Masih di tempat yang sama, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor, Pandji Kesatriadi menambahkan, semua instansi terkait seyogiyanya kata dia, kembali ke tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Kemudian, pemerintah pun dituntut tegas dalam menegakkan aturan. Misalnya, bagi masyarakat yang kedapatan membuang sampah tidak pada tempatnya, wajib dikenakan sanksi,” imbuh Panji.

Reporter: Wandona
Editor: Anas

loading...

COMMENTS