50 Pelajar Depok Ikuti Diklat Bela Negara

diklat bela negara

50 siswa SMA/SMK se-Kota Depok sedang mengikuti diklat bela negara di markas batalyon kavaleri 1 Kostrad Cimanggis. (Foto: Ist/Diskominfo)

DEPOK | PARSIAL.COM – Sebanyak 50 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Depok diikutsertakan dalam Diklat Bela Negara yang digelar di markas Batalyon Kavaleri 1 Kostrad, Cimanggis.

Diklat yang cukup antusias diikuti pelajar itu, berisi sejumlah materi tentang jiwa patriotisme dan nasionalisme kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komandan Bataliyon Kavaleri 1 Kostrad, Letkol (Kav) Yudi Suryatin mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pihaknya untuk menanamkan jiwa patriotisme sejak dini kepada anak-anak muda, khususnya di Kota Depok.

“Pemahaman ini kita mulai dari anak yang di usianya sudah mengerti tentang kehidupan bernegara, sehingga bisa ikut memajukan negara dari lingkungan di sekitarnya dahulu,” ujar Letkol (Kav) Yudi Suryatin, Kamis (20/04/17).

Dirinya menambahkan, peserta diklat yang rata-rata kelas X dan XI ini merupakan usia yang sangat ideal untuk diberikan pemahaman, dan juga pelatihan mengenai patriotisme dan nasionalisme. Sebab, di usia tersebut pelajar sudah bisa memamahami dan mencerna apa yang akan disampaikan saat diklat nanti. Sebagai generasi penerus bangsa, dirinya berharap pesan yang didapatan selama diklat ini bisa diteruskan kepada teman-teman pelajar lainnya.

“Harapannya adalah apa yang mereka dapatkan bisa disosialisasikan kepada teman-temannya,” ucapnya, dikutip melalui humas pemberitaan Pemkot Depok.

Yudi juga mengatakan, selama diklat berlangsung pelajar tidak hanya ditanamkan nilai-nilai kebangsaan. Tapi, ada juga beberapa motivasi dan materi tentang narkoba dan tawuran, yang diharapkan bisa dijauhi generasi muda.

“Diklat dilaksanakan selama empat hari dan mereka akan bermalam di sini agar bisa juga dilatih kemandirian, saat jauh dari orangtua. Semoga dari diklat ini bisa berkembang nilai patriotisme dan nasionalisme di kehidupan mereka,” harapnya.

Editor: Anas

loading...

COMMENTS