Korban Salah Tangkap, Terduga Teroris Dipulangkan

Ojit Abdul Majid korban salah tangkap terduga teroris saat pengerebekan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Kamis 23 Maret 2017 lalu. Fhoto: Fa,is/Parsial.com.

‪SUKABUMI | PARSIAL.COM – Pihak Kepolisian Republik Indonesia mengembalikan Ojit Abdul Majid korban salah tangkap terduga teroris saat pengerebekan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Kamis 23 Maret 2017 lalu.

Ia diserahkan kepada pihak keluarga pada hari Jumat (7/4/2017) malam, setelah sebelumnya pihak kepolisian melakukan serangkain pemeriksaan intensif selama kurang lebih dua minggu terkait sejauh mana keterliban korban dengan tiga tersangka aksi teroris di Cilegon, Banten saat itu.

Dan ternyata, polisi tidak menemukan bukti otentik keterlibatan korban, hingga ia dikembalikan kepada pihak keluarga.

“Saya ini katempuhan saja, karena pas kejadian ada diantara meraka,” ungkap Ojit meluruskan pri hal kejadian tersebut kepada Parsial.com dirumahnya, Sabtu (8/4/2017).

Diakui dia, saat kejadian tersebut ia pergi ke Cilegon dalam rangka membeli pesanan bambu kepada tiga tersangka sebanyak 60 ribu batang bambu yang akan ia kirim ke Tanjung Priuk.

“Saya sendiri tidak mengetahui, kalau orang yang akan menjual bambu ke saya itu adalah teroris. Bahkan waktu itu pun saya sempat menginap di kontrakannya di Anyer. Namanya tidak ada rasa curiga, saya mau aja,” sebutnya.

‪Sementara itu, ustad Anul (40) saudara korban meyakini apa yang dialami Ojit itu adalah benar-benar musibah. Sebab, menurut dia, kasus ini bukan salah tangkap, melain korban saat itu sedang berada bersama para tersangka.‬

“Ini ibaratnya kena getahnya, karena saat itu korban ada diantara mereka. Mudah-mudahan dibalik ini ada hikmahnya,” harap ustad Anul yang juga tokoh masyarakat di desa tersebut.

‪”Jadi satu hal yang wajar, bila pihak Densus 88 mempertanyakan keterlibatan korban itu sejauhmana kedekatannya sama tersangka.? Namun berkat keterangan dari korban, keluarga, tetangga, serta beberapa pihak lainnya akhirnya bisa membuktikan bahwa korban benar-benar bukan bagian dari ke tiga teroris itu,” ujarnya.

‪”Dan saya mewakili pihak keluarga juga turut berterimaksi kepada pihak kepolisian, khususnya yang sudah bertanggung jawab atas pemulihan korban, meskipun sebetulnya korban belum di perbolehkan untuk pulang sebelum sembuh total. Namun korban tetap memaksa ingin cepat pulang kerumah,” tegasnya.

Reporter: Fa,is
Editor: Anas

loading...

COMMENTS