Komunitas Gerakan Bogor Ramah ABK, Desak Pemkot Bangun Center Pelayanan ABK

Bogor Ramah ABK

Komunitas Bogor Ramah ABK berpose bersama usai Sharing Session dan Seminar di ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Kamis (19/04/2017) (Foto: Ist/Parsial.com.)

KOTA BOGOR | PARSIAL.COM – Memiliki sebuah Center Pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kota Bogor menjadi salah satu impian dari Gerakan Bogor Ramah ABK. Keberadaannya seperti di Jakarta dan Surabaya akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Hal tersebut diutarakan salah satu anggota Bogor Ramah ABK, Maya Ramayanthi seusai ditemui di acara Sharing Session dan Seminar di ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Kamis (19/04/2017) lalu.

Maya mengatakan, Center pelayanan ABK dapat berbentuk lembaga atau dinas pemeriksaan yang di dalamnya terdapat dokter, ahli tumbuh kembang, psikolog dan ahli neurogi yang dapat memberikan diagnosa, penilaian terhadap kondisi dan cara menangani secara gratis.

Dengan adanya keempat ahli tersebut di satu tempat, sangat membantu orangtua ABK, sehingga tidak perlu pergi ke tempat yang berbeda-beda karena biaya yang diperlukan cukup besar.

“Kami sangat berharap dengan kepedulian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terhadap ABK bisa mewujudkan Center Pelayanan ABK ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Maya menjelaskan, acara Sharing Session dan Seminar ini sebagai salah satu rangkaian untuk mewujudkan Bogor menjadi kota ramah ABK. Pembicara Nefrijanti Soetikno, Nefri berbagi pengalamannya yang juga memiliki anak ABK, orang tua harus juga menjadi seorang coach (pelatih-red) yang bisa memfasilitasi apa yang harus dicapai anak.

Tidak hanya sekadar menjadi mentor, guru atau motivator anak semata. Sementara, untuk seminar dibawakan Irine Surti Yulianti yang berbicara tentang keberagaman ABK beserta ciri-cirinya.

“Goals dari kegiatan ini kami ingin 164 peserta yang terdiri dari orangtua dan guru pengajar ABK bisa lebih memahami dan mengerti kekhasan ABK,” jelasnya.

Sementara itu, Bunda ABK Kota Bogor Yane Ardian mengungkapkan, dirinya hadir untuk memberikan dukungan luar biasa kepada orang tua ABK.

Menurutnya, ketika menikah seseorang bisa memilih pasangannya tetapi ketika punya anak tidak bisa memilih. Namun, pada dasarnya setiap anak memiliki keistimewaan dan keunikannya masing-masing. Anak-anak juga merupakan hadiah, titipan sekaligus ujian dari ALLAH.

Dalam menghadapi ABK memang diperlukan kekuatan dan keikhlasan hati yang luar biasa untuk menggali potensi anak dengan menjadi pendampingnya.

“Para orangtua tidak sendiri, saya secara pribadi begitu juga dengan Pemkot Bogor mendukung kegiatan ini bisa rutin digelar, karena dalam memahami ABK memerlukan koordiansi dari orangtua, guru dan Pemerintah,” pungkasnya.

Reporter: Dick
Editor: Anas

loading...

COMMENTS