Bupati Bandung: Kabupaten Bandung Harus Bebas TB

Ilustrasi [net]

BANDUNG KAB| parsial.com – Data WHO (World Health Organization) menunjukan pada tahun 2016, Indonesia menempati urutan ke-2 (dua) tertinggi setelah China, sebagai penyumbang penderita TB (Tuberkolosis) di dunia. Kondisi ini dianggap memburuk karena, di tahun 2015, Indonesia menempati urutan ke tiga setelah India. Ini, artinya ada peningkatan jumlah pasen TB di Indonesia.

Walaupun perawatan TB kini semakin maju, namun TB masih menjadi penyakit menular yang menyebabkan kematian di seluruh dunia, terutama di negara-negara Afrika dan Asia. Dari 1 (satu) orang penderita dapat menular ke 10 (sepuluh) orang di sekitarnya, termasuk anak-anak.

Menyikapi hal itu, Bupati Bandung, Dadang Mochamad Naser mengajak masyarakat agar bisa berprilaku hidup bersih dan sehat. Hidup di lingkungan yang bersih akan memperkecil resiko terjangkit TB. Namun kemungkinan seseorang bisa tertular akan tetap ada, karena hidup seseorang tidak hanya di lingkungan sekitar rumahnya saja, bisa saja di tempat umum yang belum tentu terbebas dari kuman TB.

“Tapi bila kita terbiasa hidup bersih dan sehat, maka daya tahan tubuh seseorang diharapkan cukup memberikan perlindungan dimanapun Ia berada,” ucap Dadang.

Agar terhindar penyakit mematikan itu, kata Dadang pola hidup sehat merupakan kuncinya. Pola hidup sehat adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungannya,

“Mengkonsumsi makanan bergizi, serta menjaga sirkulasi udara dan sinar matahari di rumah agar tetap baik,” terang Dadang.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah sangat konsens pada peningkatan derajat kesehatan warganya, karena menurutnya kesehatan merupakan harta yang paling berharga.

“Salah satu nikmat tuhan yang perlu kita jaga adalah kesehatan tubuh. Tubuh yang sehat merupakan modal untuk melakukan berbagai aktivitas kita sehari-hari,” katanya.

Dalam hal kebijakan, sejak tahun 2010, menurut orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini, pihaknya memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin termasuk para penderita TB di setiap Puskesmas, selama warga tersebut berdomisili di Kabupaten Bandung.

“Kabupaten Bandung harus bebas TB. Namun untuk mencapai itu, tentunya butuh koordinasi, kerjasama dan kerja keras semua pihak. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menemukan warga yang terduga menderita TB. Karena dengan menemukan dan mengobati penderita TB, akan memutuskan rantai penularan,” tegasnya pula.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, dr.Achmad Kustijadi, M.Epid mengakui pihaknya merasa kesulitan untuk menemukan para penderita ini. Dari pantauan pihaknya di lapangan, mayoritas para penderita TB ini tidak mau menjalani pengobatan. Kalaupun sudah menjalani pengobatan, ada yang putus di tengah jalan,

“Kendala lain, tenaga kesehatan pun terbatas. Dan di beberapa wilayah tertentu, jarak ke puskesmas sangat jauh,” kata Achmad. Untuk mengatasi hal itu, kata Ahmad perlu ada sistem yang dapat mengintegrasikan langkah-langkah dalam memberantas penyakit yang mematikan ini.

editor: Anas

loading...

COMMENTS