BPBD Kabupaten Bandung Siapkan Pendamping “Trauma Healing”

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir.H.Sofian Nataprawira,MP

BANDUNGKAB | parsial.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir.H.Sofian Nataprawira,MP menyebutkan, berbagai peristiwa traumatis atau musibah yang terjadi biasanya memberikan dampak bagi korban, baik itu langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung biasanya trauma, baik itu fisik maupun psikologis. Kondisi tersebut perlu ditangani segera agar tidak semakin buruk bagi kehidupan individu di masa mendatang.

“Dari serangkaian upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, hal yang tidak kalah penting yakni penanganan psikis korban pasca bencana,” ucap Sekda yang juga sebagai Kepala BPBD Kabupaten Bandung saat membuka acara Pelatihan Psikososial Trauma Healing Pasca Bencana, yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Hotel Zodiak Kota Bandung, Selasa (4/4).

Sekda menuturkan, tujuan dari kegiatan ini harus memberikan informasi mendalam mengenai trauma healing, mengaplikasikan teknik dan keahlian mengenai penanganan korban trauma di masyarakat, dan membantu survivor trauma untuk mengatasi trauma yang dialaminya.

“Pelatihan ini harus diberikan wawasan bagi para Aparatur, relawan dan  masyarakat pada umumnya. Selain itu yang terpenting adalah aplikasindi lapangan,” ucapnya.

Sekda berharap dengan adanya pelatihan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami memahami bagaimana penanganan bagi korban yang mengalami trauma, sehingga semakin banyak orang yang dapat ditolong dan mencapai kesehatan mental yang optimal.

“Banyaknya animo masyarakat dan harapan kita bersama, bahwa penguatan kapasitas untuk trauma healing korban pasca bencana harus juga dilakukan, yakni sebagai upaya mengurangi penderitaan, meminimalkan keluhan, mempertinggi kemampuan mengembalikan kehidupan normal mereka,” tandasnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Drs. H.Tata Irawan mengungkapkan bahwa penanganan pasca bencana ini tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja. Berbagai upaya mulai dari pra bencana, tanggap darurat serta pasca bencana.

“Salah satu upaya pemerintah untuk pasca bencana yakni melalui pelatihan ini. Kesiapan masyarakat dan penggiat kebencanaan khususnya untuk pasca bencana,” ungkap Tata.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi ini lanjut Dia, melibatkan berbagai 50orang peserta dari elemen Aparatur Sipil  Negara  (ASN) juga relawan, dengan narasumber dari BPBD Provinsi, Pusat Kajian Bencana dan Pengungsi (Puskasi) Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS).

“Kegiatan ini melibatkan unsur Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan  Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan  dan Anak (DP2KB, unit cegah siaga BPBD, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Bojongsoang, Pasirjambu, dan  Masyarakat Tangguh Bencana (MTB) Tenjolaya Kecamatan Cicalengka, MTB Pangalengan. Dengan naarasumber yang kompeten dibidangnya, acara akan berlangsung 5 hari yakni dari tanggal 3 sampai 7 April,”imbuhnya.

Dia berharap hasil dari pelatihan, peserta bisa menerapkan pengetahuan dan kemampuan di wilayah masing-masing. Selain itu, peserta juga dapat berperan aktif dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana khususnya trauma healing pasca bencana.

Editor: Anas
Sumber

loading...

COMMENTS