Tantangan Pengendalian Inflasi 2017, Aher: Kita Perlu Waspada

Ahmad Heryawan

Ahmad Heryawan

BANDUNG [parsial.com]- Ketua Dewan Pengarah Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyatakan, inflasi tahun 2017 ini perlu diwaspadai.

“Kita perlu waspada, mengingat sumber tekanan inflasi yang berasal dari kelompok administered prices seiring implementasi kebijakan terkait struktur energi serta dari kelompok volatile foods akibat fluktuasi produksi yang memicu gejolak harga,” ucapnya.

Menurut Heryawan, dari sisi hulu, produktivitas pertanian masih perlu ditingkatkan dengan menitikberatkan pada perbaikan saluran irigasi, sementara dari sisi hilir, penyelenggaraan Operasi Pasar perlu diarahkan untuk mengendalikan ekspektasi konsumen.

“OP perlu dilakukan untuk memberikan sinyal harga yang terjangkau kepada masyarakat ekonomi lemah,” ucap Heryawan,  dalam sambutannya diacara High Level Meeting FKPI Provinsi Jawa Barat dan TPID Daerah (TPID) se-Jawa Barat, di Aula Barat, Gedung Sate, Selasa (14/03).

Dalam arahannya, terkait pengendalian inflasi 2017,  Gubernur menyatakan perlunya langkah yang harus dilakukan, diantaranya  Peningkatan sinergi  antara pemangku kebijakan, yaitu tataran Provinsi Jabar dengan Bank Indonesia serta SKPD di 27 Kabupaten/Kota se-Jabar dalam rangka mengantisipasi risiko inflasi dari kelompok volatile foods;

“Perlunya Penyusunan kebijakan penyesuaian batas atas tarif angkutan umum sebagai langkah antisipatif kebijakan kenaikan harga BBM serta Memperlancar dan menjaga keamanan jalur distribusi barang kebutuhan pokok (termasuk LPG) dan memonitor rantai pasok untuk mempersempit ruang gerak spekulan,” ucapnya.

Dewan Pengarah FKPI Jawa Barat, Juda Agung

Dewan Pengarah FKPI Jawa Barat, Juda Agung

Sementara itu, Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Provinsi Jawa Barat, telah menyiapkan berbagai program kerja dalam menghadapi berbagai permasalahan yag dihadapi selama tahun 2017.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, yang juga Dewan Pengarah FKPI Jawa Barat, Juda Agung menyatakan, ada 6 program kerja strategi yang telah disiapkan di tahun 2017.

“Beberapa program strategis telah dicanangkan oleh FKPI Provinsi Jawa Barat pada 2017, diantaranya Optimalisasi PRIANGAN yang diintegrasikan dengan e-commerce (e-PRIANGAN), melalui penguatan koordinasi antar instansi/sistem e-PRIANGAN, perluasan cakupan layanan e-commerce dan pengembangan e-PRIANGAN versi mobile apps,” ucapnya;

Selain itu menurut Juda, optimalisasi Sistem Resi Gudang, melalui pengaktifan Sistem Resi Gudang (SRG) yang pasif, Capacity Building calon pengelola gudang SRG dan perluasan cakupan integrasi sistem SRG dengan Pasar Lelang Komoditas (PLK);

“Ke tiga perlunya mengembangkan Kampung Peduli Inflasi, dengan memperluas lokasi percontohan Kampung Peduli Inflasi yaitu di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat,” kata Juda, dalam sambutannya diacara High Level Meeting FKPI Provinsi Jawa Barat dan TPID Daerah (TPID) se-Jawa Barat, di Aula Barat, Gedung Sate, Selasa (14/03).

Sementara yang ke empat perlunya dukungan kajian komprehensif, guna memperkuat dasar kebijakan pengendalian inflasi; dan yang ke lima Peningkatan kerjasama antar daerah, melalui optimalisasi peran BUMD serta ke enam  Penguatan sinergitas untuk pengembangan ekonomi daerah.

sumber

loading...

COMMENTS