Milad ke-31, YAPERA Launching Perguruan Tinggi “STEI TIARA” 2017

Nyonya Ketua Yayasan Raudhatul Wildan (YAPERA) Ahmad Baeti Firdaus saat melakukan potong tumpeng pada perayaan milad ke 31 di gedung SMK IT Napala Kampung Ciletuh RT 02/08, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/3/2017). (Fhoto: A.S Nasution/Parsial.com).

KABUPATEN BOGOR | PARSIAL.COM – Yayasan Pendidikan Raudhatul Wildan (YAPERA) pada tahun 2017 ini kembali memperingati hari jadi (Milad) ke 31.

Peringatan milad kali ini mengusung tema “Kita Tingkatkan Kerjasama Yang Lebih Insentif Dengan Semua Elemen dan Insitusi” dilangsungkan di Gedung SMK IT Napala, Kampung Ciletuh RT 02/08, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/3/2017).

Terkait hal itu, Ketua Yayasan Raudhatul Wildan (YAPERA) Ahmad Baeti Firdaus menjelaskan, Yapera di usianya yang ke 31 akan terus menunjukkan eksistensinya dalam membagun, baik pada bidang infrasturktur maupun dibidang sumber daya manusia (SDM) nya.

Ratusan orang tua siswa dan tamu undangan menghadiri hari jadi milad Yayasan Pendidikan Raudhatul Wildan (YAPERA) ke 31 di gedung SMK IT Napala, Kampung Ciletuh RT 02/08, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/3/2017). (Fhoto: A.S Nasution/Parsial.com)

Misal untuk infrastuktur, kata Baeti, pihak yayasan telah melengkapi lembaga pendidikan mulai dari tingkat pendidikan dasar Madrasyah Ibitidaiyah (MI) Sirojul Wildan sampai lembaga perguruan tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam STEI (TIARA).

“Untuk lembaga perguruan tinggi Kampus STEI TIARA, mulai tahun ini akan menerima pendaftaran calon mahasiswa baru untuk kelas reguler maupun non reguler. Dan status kampus ini terakreditasi B, oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),” ujarnya.

Hal itu, kata Baeti sabagai bukti komitmen YAPERA dalam menuntaskan program pemerintah dalam hal mencerdaskan anak bangsa diwilayah Kabupaten Bogor, Khususnya warga Kecamatan Caringin. Sebab persentase angka lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi baru berkisar 30 persen.

Biasanya, kata Baeti, mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi akibat terbentur biaya. Untuk itu, dengan kehadiran STEI TIARA diwilayah Caringin ini mampu menjawab semua persoalan itu. Sebab, biaya perkuliaahan di kampus tersebut biayanya sangat terjangkau oleh masyarakat.

“Biaya murah, tapi berkualitas,” sebut Baeti.

Ketua Yayasan Pendidikan Raudhatul Wildan (YAPERA), Ahmad Baeti Firdaus (depan) bersama jajaran pengurus inti YAPERA tahun 2017. Mereka yang berdiri adalah selaku kepala sekolah di Madrasyah Ibitidaiyah (MI) Sirojul Wildan, kepala SMP IT Napala, kepala SMK IT Napala dan Kepala Sekolah Tinggi Ekonomi Islam STEI (TIARA). (Fhoto: A.S Nasution/Parsial.com)

Sementara itu, untuk membangun sumber daya manusia (SDM) para siswa, pihaknya menggabungkan antara metode pembelajaran kurikulum tiga belas (Kurtilas), kurikulam depak dan kurikulum sekolah. Dan hasilnya, yayasan tersebut berhasil mencetak siswa-siswi yang berilmu dan beraklakul karimah.

“Setiap tiga bulan sekali kami melakukan evaluasi, ternyata pengabungan tiga kurikulum itu, mampu mencetak siswa siswi yang berilmu dan berakhlakul karimah. Salah satu parameter keberhasilan itu, siswa-siswi YAPERA tidak pernah terlibat tawuran maupun narkoba,” kata Baeti.

Reporter: A.S Nasution
Editor: Ryian

loading...

COMMENTS