Guru Ngaji di Bogor Bahagia Dapat Insentif

Wali Kota Bogor, Bima Arya pada acara penyerahan uang insetif guru ngaji di Masjid Al-Barkah, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timu, Kota Bogor, Jumat (23/03/17).

KOTA BOGOR, (Parsial.com) – Sebanyak 236 guru ngaji se-Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor mendapatkan insentif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Pemberian itu merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap kiprah para guru ngaji diwilayah itu.

“Pemberian intensif ini, bentuk perhatian kepada mereka yang berada di garda depan dalam mendidik anak mengaji,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya pada acara penyerahan uang insetif guru ngaji di Masjid Al-Barkah, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timu, Kota Bogor, Jumat (23/03/17).

Diakui Bima, perjuangan para ustadz dan ustadzah ini tidaklah mudah. Sebab, masa depan Kota Bogor berada di tangan para guru ngaji untuk mendidik anak-anak berdasarkan landasan agama. Ke depan, ia memastikan akan terus memperjuangkan uang insentif bagi guru ngaji sehingga di tahun anggaran berikutnya jumlah penerima dan nominalnya dapat bertambah.

“Walaupun sekarang jumlahnya baru Rp 50 ribu perbulan, ibu dan bapak ikhlas dulu insya Allah kalau bersyukur akan bertambah. Mari kita berikan yang terbaik bagi kota dan agama kita,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kemasyarakatan Setda kota Bogor Sony Nasution menambahkan, pemberian uang insentif bagi guru ngaji tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2017. Pendataan guru ngaji dilakukan di setiap kelurahan yang bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor. Tercatat, dari hasil pendataan terpilih 2.398 guru ngaji se-kota Bogor yang sesuai dengan kriteria, yaitu warga Kota Bogor, bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak memiliki penghasilan tetap, dan memiliki anak didik. Jumlah 2.398 tersebut tersebar di enam kecamatan dan dibagian di masing-masing kecamatan secara bertahap.

“Dibagikan setiap tiga Bulan sekali. Jadi setiap guru ngaji menerima Rp. 150 ribu selama sepuluh bulan dengan anggaran sekitar Rp 1,2 Miliar,” terangnya.

Terkait hal itu, salah satu guru ngaji dari Kelurahan Sindangsari, Desi Rosita mengatakan, ia mengaku senang bisa mendapatkan uang insentif dari Pemkot Bogor. Dia mengaku sudah mengajar ngaji selama empat tahun dengan 20 anak didiknya. Menurutnya, hampir semua guru ngaji di Kota Bogor tidak menuntut bayaran alias dibayar seikhlasnya. Kendati, ia mengaku senang ketika anak-anak didiknya bisa mengaji.

“Saya harap semakin banyak anak yang mau belajar mengaji, dan orangtua lebih peduli terhadap akhlak anaknya,” harapnya.

Reporter: Dick/Iwan
Editor: Anas

loading...

COMMENTS