AHER : Kopi yang benar itu Digiling, Bukan Digunting

Gubernur Aher, Ibu Netty dan Wagub Demiz sedang menjadi tester kopi

BANDUNG (parsial.com) – Kopi yang benar itu adalah digiling, bukan digunting. Yang benar itu dari biji  yang sudah dikeringkan lalu digiling menjadi bubuk dan setelah itu disedu dengan air panas dan diminum tanpa menggunakan gula. Sedangkan yang digunting adalah dalam kemasan “sachet” yang sudah dicampur gula yang tidak baik untuk kesehatan.

Hal demikian adalah ungkapan Gubernur Heryawan (Aher) saat menyampaikan arahannya pada acara sosialisasi budaya minum kopi dengan tajuk “Ngopi Saraosna”, Minggu (19/3) di Halaman Gedung Sate Bandung.

“Jadi, kalau kita ingin minum yang baik dan memiliki nilai kesehatan, maka minumlah kopi bubuk yang asli dari biji yang matang, disedu dengan air panas dan tanpa menggunakan gula,” ujar Aher.

Diminum seperti itu, niscaya akan menghasilkan kebaikan bagi kesehatan tubuh, misalnya dapat memperlancar aliran darah karena syaraf-syarafnya menjadi tidak tersumbat, menyehatkan jantung, dan dapat memperhalus kulit wanita.

“Tetapi sebaliknya bila mengkonsumsi yang digunting yang sudah dicampur gula, maka akan menimbulkan berbagai penyakit, di antaranya penimbunan gula,” jelas Gubernur.

Oleh karena itu, Aher mengajak masyarakat untuk membiasakan minum kopi bubuk terutama dari biji yang matang dan tidak mencampurnya dengan gula.

Acara sosialisasi budaya kali ini, digagas oleh Biro Humas Setda Prov.Jabar dengan tujuan mengajak masyarakat mencintai kopi Jawa Barat. Terdapat 30 stand pengrajin yang datang dari berbagai daerah dan setiap stand menyajikan racikannya masing-masing sesuai hasil kreasinya.

Di acara itu, dilakukan pula demo menyeduh berbagai jenis kopi yang baik oleh para akhlinya. Gubernur Aher, Ibu Netty dan wagub Demiz ikut pula menjadi tester terhadap beberapa seduhan untuk memilih yang baik.

Ribuan Cangkir Kopi Jabar Gratis

Sebanyak 40 pegiat yang terdiri dari petani dan produsen tidak hanya hadir, tapi juga membagikan kopi tubruk bercitarasa khas lahan masing-masing dengan gratis kepada pengunjung yang kebanyakan adalah para pecinta.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) beserta istri, Netty Heryawan, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar turut ambil bagian dalam menikmati orisinil kopi Jabar bersama sedikitnya 4000 pengunjung yang dimanjakan lidahnya. Turut hadir juga para asisten daerah dan kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar.

Sebagai salah satu pencinta, Aher, tak henti-hentinya memuji kenikmatan kopi asal Jawa Barat yang mendapatkan predikat sebagai terbaik di dunia, kopi Java Preanger dari Gunung Puntang.

“Dulu dinamakan Java Preanger Coffee yang terkenal di seluruh dunia. Meski asal muasalnya dari Kenya, langsung dibawa kesini (Jawa Barat) lewat jalur murni, mata rantai emas,” papar Aher dalam sambutannya.

“Tahun 1922 sempat punah karena penyakit tanaman, sekarang muncul kembali dan merebut gelar juara kopi terbaik dunia di bulan April tahun 2016 lalu di Atlanta.” pujinya bangga.

Dengan gamblang Aher menjelaskan manfaat bagi tubuh, dengan catatandikonsumsi secara benar. Menurut Aher,  dapat memperkuat kinerja syaraf tubuh. Juga menjadi obat herbal yang mencegah Alzheimer atau penyakit pikun. Minyak kopi yang sangat halus dan pekat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik yang bisa memperhalus kulit. Karenanya, isu bahwa dapat menyebabkan penyakit jantung terbantahkan.

“Yang membuat dada berdebar itu pasti ada kesalahan saat mengolahnya. Kopi juga bukan penyebab penyakit jantung, justru memperkuat syaraf jantung. Asalkan dikonsumsi jangan pakai gula,” kata Aher.

“Mari budayakan minum kopi asal Jawa Barat. Kopi sehat: jangan ada gula diantara kita,” tutupnya.

Editor: Anas

Sumber

loading...

COMMENTS