Aher Usulkan Pemerintah Pusat Bangun Tiga Tol Baru di Jabar

tol baru

Pembahasan Tol Baru - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) saat mengelar rapat pimpinan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (1/2)

BANDUNG, (Parsial.com) – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan (Aher) akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk segera membangun tiga ruas tol baru. Dua ruas tol itu akan menghubungkan Tol Cipali dan satu tol lagi di kawasan wisata.

“Kita akan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk membangun tiga tol baru,” ungkap Aher, usai rapat pimpinan yang digelar di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (1/2).

Nantinya, lanjut Aher, ketiga ruas tol tersebut untuk mendukung infrastruktur strategis diwilayah Jawa Barat yang saat ini sedang dalam pembangunan.

“Tiga ruas tol ini akan menghubungkan Cipali – Bandara Kertajati Majalengka, Cipali–Pelabuhan Patimban Subang, dan tol menuju kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi atau Jakarta, Bogor, Palabuhan Ratu (Jagoratu),” papar Aher.

“Ini rencana ke depan. Mudah-mudahan rencana ini dikelola dengan baik dan kemudian kita mau buat Samsatnya, jadi akan termonitor setiap waktu perkembangannya plus 14 tol yang sebelumnya,” tambah Aher.

Rencana pembangunan tiga ruas tol baru ini menambah proyek ruas tol di Jawa Barat, sehingga total ada 17 ruas tol. Panjang tiga ruas tol ini mencapai 77 km, dengan rincian tol Cipali–Patimban sepanjang 20 km, Cipali-Bandara Kertajati 7 km, dan Tol Jagoratu 50 km.

“Jagoratu itu akan menghemat banget waktu tempuh. Jadi, mengapa penting untuk kita dorong ya dalam rangka menyambut Ciletuh. Apalagi kalau orang Palabuhan Ratu inginnya segera (dibangun),” ujar Aher.

Selain itu, dalam rapim tersebut juga dibahas tentang Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR). BIUTR merupakan proyek Pemerintah Pusat yang dilaksanakan di Jawa Barat. Pemprov Jawa Barat pun mendukung secara penuh proyek nasional ini. Proyek hasil kerjasama dengan JICA Jepang ini akan dimulai kontraknya pada Juni 2017 nanti. Salah satunya yaitu untuk ruas jalan tol dari Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menuju Soekarno-Hatta Bandung. Namun, Aher mengaku proyek ini terkendala pembebasan lahan.

“Lahan yang fokus kita bebaskan itu dari Padaleunyi (GBLA) ke Soekarno-Hatta. Sebagian sudah dibebaskan,” tutur Aher.

Pemprov Jawa Barat telah menggelontorkan anggaran hingga Rp350-an miliar untuk proyek tol ini. Rp50 miliar merupakan bantuan keuangan Pemprov Jawa Barat kepada Pemkot Bandung dan Rp300-an miliar adalah belanja Pemprov Jawa Barat untuk pembebasan lahan tersebut.

Lahan belum dibebaskan dalam proyek ini yaitu dari GBLA menuju Seokarno-Hatta sepanjang 3 km. Anggaran yang dibutuhkan untuk membebaskan lahan ini mencapai Rp900-an miliar karena harga tanah mencapai Rp3 juta/meter.

“Rp900 miliar itu masih belum disepakati dari mana uangnya, kalau Provinsi kita nyatakan berat karena uang itu cukup besar. Karena beban kita untuk kesehatan, pendidikan, dan lain-lain,” kata Aher.

Pemprov Jawa Barat pun akan membahas hal tersebut dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Untuk menyelesaikan proyek ini, Aher berharap bisa diselesaikan seluruhnya oleh Pemerintah Pusat atau ada solusi pola pendanaan lain.

“Oleh karena itu, yang Rp900 miliar itu keliatannya ya harus sharing lagi. Ya kalau enak sharing itu, 50 persen (pendanaan) Pemerintah Pusat, 30 persen pemerintah provinsi, 20 persen pemerintah kota,” pungkas Aher.

Reporter: Rahmad/Wandona
Editor: Adam Saleh

loading...

COMMENTS