Kenali Posisi Bercinta Paling Aman dan Paling Berbahaya

posisi bercinta

ilustrasi

PARSIAL.COM | Tidak bisa dipungkiri bahwa pemilihan posisi bercinta yang benar sangat mempengaruhi tingkat kepuasaan pasangan suami istri (Pasutri) saat sedang bercinta diatas ranjang. Sebab, tidak semua posisi bercinta itu baik dan aman dilakukan salah-salah malah akan membahkan.

Untuk itu, perlu dipahami bahwa posisi seks yang berbahaya bukan berarti tidak bisa dilakukan, begitu pula sebaliknya, posisi seks aman bukan berarti tanpa risiko sama sekali.

Sebuah studi baru-baru ini dirilis dalam jurnal urology. Hasil studi adalah penelitian terhadap berbagai jenis posisi bercinta yang umum dilakukan, dan hasilnya cukup mengagetkan.

Apa Saja Posisi Bercinta Paling Berbahaya dan Paling Aman?

Studi dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data pasien pria yang mengalami cedera penis selama beberapa tahun terakhir. Dari data tersebut peneliti dapat mengetahui prosentase gaya seks berbahaya dan yang paling aman.

Berikut ini daftar posisi seks dari yang paling berbahaya sampai yang paling aman:

1. Posisi bercinta woman on top

Beberapa posisi seks yang paling umum dilakukan pasutri justru menempati posisi sebagai gaya seks paling berbahaya dan berisiko. Posisi tersebut adalah gaya wanita di atas pria atau yang sering disebut woman on top.

Gaya woman on top disebut-sebut bertanggung jawab terhadap lebih dari setengah kasus penis fraktur di seluruh dunia. Penis fraktur adalah sebuah kasus medis dimana penis bengkok atau patah.

Menurut para ilmuwan yang terlibat dalam studi tersebut. Bahaya gaya seks woman on top terhadap penis terjadi karena pria tidak berada dalam posisi mengontrol ketika penetrasi terjadi.

Seluruh gerakan dilakukan oleh pihak wanita menyebabkan pria sulit mengendalikan jika ternyata wanita salah melakukan penetrasi.

Wanita di atas pria berarti seluruh berat tubuh wanita akan diterima oleh pria dimana penis berada dalam titik pusat berat tubuh tersebut.

Jika wanita terlalu agresif dalam bergerak naik turun maka ada kemungkinan penis tergelincir dan keluar dari vagina dan menghantam area sekitar vagina yang keras, akibatnya penis bisa mengalami fraktur.

Tips untuk menghindari cedera penis saat melakukan gaya wanita di atas:

• Cobalah untuk mengangkat tubuh tidak terlalu tinggi yang memungkinkan penis terlepas dari vagina.

• Meskipun wanita berada di atas pria, pria tetap bisa berada dalam pihak yang aktif dan mengendalikan penetrasi.

2. Gaya doggy style

Berada diurutan kedua gaya seks paling berbahaya adalah doggy style. Gaya Doggy style menyumbang 29 persen kasus penis fraktur di Brazil.

Gaya ini termasuk posisi seks favorit pria karena penis dimungkinkan melakukan penetrasi lebih dalam. Sayangnya dalam kondisi tertentu penis bisa menabrak dinding luar vagina yang keras dan menyebabkan fraktur.

Penyebab cedera penis yang lain adalah penis dapat membentur sisi luar meja jika doggy style dilakukan dengan wanita bersandar di meja.

Tips melakukan gaya doggy style agar terhindar dari cedera:

• Jangan menarik seluruh batang penis keluar saat penetrasi karena dapat menyebabkan penis “tergelincir” dan menghantam dinding di sekitar vagina yang keras.

• Jika doggy style dilakukan dengan wanita bersandar pada tepi ranjang atau tepi meja yang keras, kewaspadaan perlu ditingkatkan, jangan sampai penis menghantam tepi ranjang atau meja tersebut.

3.  Posisi Bercinta Gaya Seks Misionaris

Posisi pria di atas juga menyumbang sebanyak 44 kasus penis patah di rumah sakit Brazil dalam 13 tahun terakhir. Jumlah ini menjadikan gaya misionaris berada dalam posisi terendah penyumbang cedera pada penis.

Menariknya, dari penelitian tersebut diketahui 28 kasus penis patah terjadi pada hubungan heteroseksual, 4 kasus pada pasangan homoseksual, dan selebihnya dalam kondisi yang tidak jelas.

Dengan statistik ini dapat disimpulkan bahwa posisi seks paling berbahaya adalah woman on top dan posisi seks paling aman adalah man on top atau misionaris.

Meskipun seks adalah aktivitas yang menyenangkan tapi kewaspadaan tetap harus dinomor satukan terutama dalam melakukan gaya yang sulit.

Jika anda terlanjur mengalami kasus dimana penis mengalami cedera setelah berhubungan intim, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan pertama. Bila sudah dibaca jangan lupa di sher ya.?

Sehatki.com

loading...

COMMENTS