Polda Metro Jaya Terjunkan 2.600 Personel Amankan Debat Publik II Pilkada DKI

pilkada dki

Debat Publik ke dua Pilkada DKI Jakarta

JAKARTA, (Parsial.com) – Kepala Polda Metro Jaya, M Iriawan mengatakan pihaknya menurunkan 2.600 personel dalam mengamankan depat publik Pilkada DKI yang akan dilaksanakan di Hotel Bidakara.

“Jumlah personel yang diturunkan sebanyak 2.600 orang, sama seperti debat pertama. Lalu kami membentuk kanalisasi pengamanan di dalam maupun di luar gedung,” kata M Iriawan usai meninjau di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1).

Dia mengatakan pengamanan debat kedua tidak banyak perbedaan dibandingkan sebelumnya meskipun ada tambahan waktu debat selama 30 menit yang diputuskan pihak Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta.

Iriawan mengatakan meskipun ada penambahan waktu debat namun pihaknya sudah mengantisipasinya, seperti pengamanan dibuat empat ring.

“Pengamanan debat Pilkada DKI ada empat ring, kami pastikan itu dengan mengontrol kondisi di lapangan dan personil siap,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk pengamanan di dalam area debat, dilakukan kanalisasi pada tempat masing-masing pendukung pasangan calon dan menempatkan Polisi Wanita dalam pengamanannya.

Menurut dia Polda Metro juga menyiapkan personil di ring dua area debat untuk memastikan orang masuk ring pertama sudah steril.

“Kami mempersiapkan di ring dua sehingga orang yang masuk ring pertama sudah steril termasuk di bagian luar yaitu apabila ada pendukung pasangan calon yang datang, kami lakukan kanalisasi,” katanya, dikutip Antara.

Ketua KPU Jakarta Sumarno menyebutkan, KPUP akan mengangkat tema Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik dan Perencanaan Tata Ruang dan Wilayah.

“Kami menilai tema ini penting karena menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi setelah pada debat pertama diangkat tema terkait sosial, ekonomi, lingkungan hidup dan pendidikan,” katanya, Rabu (25/1).

Dijelaskan, konstitusi dan Peraturan KPU mengamanatkan agar tema debat Pilkada DKI mengangkat persoalan di daerah.

KPU Jakarta menilai salah satu masalah di ibukota adalah tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik sehingga harus ditemukan solusinya.

“Sebelum penentuan tema itu kami berdiskusi dengan para ahli untuk mendengarkan masukan lalu ditentukan tema,” ujarnya.

Sumarno juga menjelaskan pada debat kedua, waktunya berlangsung selama 120 menit, berbeda dengan debat pertama yaitu 90 menit.

Dikatakan juga, dalam debat kedua akan ada dua moderator, Tina Talisa mantan presenter televisi dan Guru Besar Administrasi Publik Universitas Indonesia, Eko Prasodjo.

Editor: Anas

loading...

COMMENTS