Polsek Cicuruk Kembali Gagalkan Aksi Tawuran Antar Siswa ‪

KABUPATEN SUKABUMI, (Parsial.com) – Anggota Polsek Cicurug kembali mengagalkan aksi tawuran antara siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) dengan siswa SMP di Kampung Karangtenggah Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (16/12).

“Ada 10 orang siswa MTS dan siswa SMP yang kami amankan karena mereka hendak mau tawuran,” ungkap Kapolsek Cicurug Kompol Suhardiman Kepada Parsial.com, Jumat (16/12).‬

Lanjut Kapolsek, adapun identitas ke 10 siswa yang diamankan tersebut diantaranya, Surya (15) kelas 3, M dodi (16) kelas 3, Nawal (16) kelas 3 MTS Almansyuriah, kemudian M Sahrul (16) kelas 3, M Aldo Iskandar (15) kelas 2, Andriyana (17) kelas 2, MTS Almuhidin, kemudian Rafi (14) kelas 2, Tori Tonang (13) kelas 2, SMPN 3 Cibadak dan Dendi (15) kelas 3 MTS Lijamul Atpal.‬


‪Kemudian, kata Kapolsek, aksi tawuran tersebut berawal saat 40 orang siswa MTS Almansyuriah datang dari arah Bogor dengan menumpangi sebuah mobil truk menuju Sukabumi. Dan setibanya di Cicurug salah satu dari siswa itu yang bernama Nawal mengalami kecelakaan akibat kakinya terlindas oleh ban mobil saat hendak turun dari mobil truk yang mereka tumpanggi.‬

‪”Beruntung saat kejadian itu, ada anggota kami dilokasi langsung menolong korbanpun untuk dilarikan ke Rumah Sakit (RS) terdekat. Setelah itu, beberapa teman korban yang masih ada dilokasi langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolsek.

Dari aksi tersebut, pihak kepolisian Cicuruk telah mengamankan barang bukti  berupa senjata tajam (Sajam) untuk dijadikan sebagai barang bukti.

‪Terkait hal itu, Wakil Bidang Kesiswaan MTS Lijamul Atpal Yudi Rahman mengatakan, pihaknya sudah berupaya keras mengigatkan siswa untuk tidak melakukan aksi tawuran diluar sekolah.

“Upayaka kami sudah maksimal mas, agar para anak didik tidak melakukan tawuran di luar sekolah. Bahkan, saat mereka mau pulang pun selalu kami kawal sampai mereka kerumah masing-masing,” elaknya.

Namun ia juga tidak menampikkan, kurangnya pengawasan dari orangtua. Sebab, kata dia, kadang kala selepas sholat magrib biasanya siswa ini keluar dari rumah dengan membawa seragam sekolah yang disimpan dalam tas masing-masing.

“Harusnya kalau mereka sudah berada di lingkungan masyarakat, itu bukan lagi tanggung jawab kami melainkan orang tua siswa itu sendiri,” katanya mengakhiri pembicaraan.

Reporter: Fais‬
Editor: Anas

loading...

COMMENTS