Pemkot Peringati Tugu Kujang ke 34 Sebagai Simbol Kebanggaan Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya saat peresmian Tepas Salapan Lawang Dasakerta di kawasan Tugu Kujang, Rabu (7/12).

KOTA BOGOR, (Parsial.com) Tiga puluh empat tahun yang lalu atau tepatnya tahun 1982, warga Kota Bogor tengah meresmikan Tugu Kujang yang merupakan simbol kebanggaan Kota Bogor dibawah kepemimpinan Wali Kota Bogor saat itu Ahmad Sobana.

Tugu Kujang sendiri dibuat untuk menghormati sejarah dan memuliakan perjuangan para leluhur. Karena kujang sarat dengan arti dan makna. Kujang juga simbol perjuangan dan semangat rakyat Pakuan Pajajaran.

“Hari ini kita ada di sini dengan tujuan yang sama, yaitu untuk menghormati sejarah, memuliakan para leluhur kita dan terus mengalirkan nilai-nilai yang membuat bangsa dan masyarakat ini tetap ada, tetap guyub, dan tetap bersama. Hari ini kita meresmikan Tepas Salapan Lawang Dasakerta,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya saat peresmian Tepas Salapan Lawang Dasakerta di kawasan Tugu Kujang, Rabu (7/12).

Dengan telah berdirinya Tepas Salapan Lawang Dasakerta atau Lawang Salapan ini, harapnya, akan selalu mengingatkan semua pihak pada sembilan pintu kesejahteraan. Yaitu perdamaian, persahabatan, keindahan, persatuan, kesantunan, ketertiban, kenyamanan, keramahan, dan keselamatan.

“Yang insya allah kalau kita semua telah menyatukan kata dan perbuatan, mengikuti sembilan nilai yang luar biasa tadi kita semua akan bergerak menuju kota yang sejahtera dan berkeadilan. Lawang Salapan yang sudah berdiri ini juga diharapkan akan selalu mengingatkan semuanya bahwa kota Bogor adalah kota yang selalu terbuka dan ramah yang tidak saja bagi warganya tetapi bagi seluruh warga luar kota,” paparnya.

Wali kota juga berharap agar dengan telah berdirinya Lawang Salapan juga akan selalu mengingatkan semua tentang adanya semboyan yang selalu mengingatkan dan menjadi pegangan yang selalu menjadi tuntunan.

Semboyan itu tak lain adalah Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampereun Jaga. Yang kita nikmati hari ini adalah ikhtiar dari para pendahulu kita, dan apa yang kita lakukan di hari ini adalah untuk kebaikan dan kejayaan generasi masa depan.

“Oleh karena itu, mari kita jaga warisan pusaka kita. Mari kita hormati seluruh ikhtiar dari leluhur kita, mari kita muliakan nilai-nilai yang telah diajarkan kepada kita semua. Kita jaga, kita rawat pusaka kita. Kota kita, masa depan kita, di tangan kita semua,” ajak Bima.

Reporter: Dicky/Iwan
Editor: Adam Saleh

loading...

COMMENTS