Pabrik Triplek di Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah‬ ‪

Gudang pabrik triplek milik CV Galih Prima Luthan ludes terbakar di dalalap si jago merah sekitar 06.00 WIB, di Kp. Babakan Rt, 01/09 Desa Kartaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (07/12). (Fhoto: Fais/Parsial.com).

KABUPATEN SUKABUMI, (Parsial.com) – Dikabarkan sebuah pabrik triplek atau biasa disebut pabrik pengopenan kayu milik CV. Galih Prima Luthan di Kampung Babakan RT, 01/09 Desa Kartaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat habis terbakar dilalap si jago merah sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu (7/12).

“Setibanya saya dilokasi sekitar pukul 06.00 WIB, nampak kabut asap tebal dari arah pengopenan kayu di nomor tiga. Melihat hal itu, saya pun memanggil Riyan Rahmadi selaku penanggung jawab keamanan pabrik untuk bersama-sama memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api yang ada di pabrik. Namun sayang api tidak bisa di padamkan, lantaran banyak bahan yang mudah terbakar selaku pemicu api kian menganas,” ungkap Riki (35) saksi mata kepada Parsial.com di lokasi.

Petugas kepoliasian dan tim pemadam kebakaran sedang berupaya keras memadamkan kobaran api di gudang pabrik triplek milik CV Galih Prima Luthan, sekitar pukul 06.00 WIB, di Kp. Babakan Rt, 01/09 Desa Kartaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (07/12). (Fhoto: Fais/Parsial.com).

Petugas kepoliasian dan tim pemadam kebakaran sedang berupaya keras memadamkan kobaran api di gudang pabrik triplek milik CV Galih Prima Luthan, sekitar pukul 06.00 WIB, di Kp. Babakan Rt, 01/09 Desa Kartaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (07/12). (Fhoto: Fais/Parsial.com).

‪Selanjutnya, kata dia, api baru bisa dipadamkan setelah Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Cisaat dibantu oleh PT. GSI menerjunkan 8 unit mobil Damkar. Sementara, proses pemadaman kata dia, baru bisa di jinakkan sekitar satu setengah jam kemudian.

Sementara itu, hasil penyelidikan pihak Polsek Cikembar menyimpulkan, api berasal dari konsleting arus pendek listrik, kemudian mengalir ke tempat pengovenan kayu membuat api kian membesar dan sulit di padamkan.

Namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Reporter: Fais
Editor: Adam Saleh

loading...

COMMENTS