Massa Aksi 412 Kecewa, Pembagian Uang Transportasi Tidak Merata

JAKARTA, (Parsial.com) – Wajah-wajah kecewa nampak dari peserta aksi 412, lantaran pembagian uang transportasi dari pihak panitia tidak merata.

“Bagaimana tidak kecewa pak, koordinator dari partai Nasdem menjanjikan uang senilai Rp150 ribu, tapi dikasihnya cuma Rp50 ribu. Udah itu, subuh-subuh disuruh sudah siap-siap,” kata Murnanih kepada TeropongSenayan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (4/12).

Senada diungkapkan Yadi peserta asal Jakarta Barat. Ia kecewa lantaran uang transportnya dari Partai Golkar dipotong oleh koordinator yang mengajak Yadi sebesar Rp50 ribu dalam aksi “Kita Indonesia”. Jadi, Yadi hanya menerima uang Rp100 ribu dari Rp150 ribu yang dijanjikan.

“Janjinya Rp150 ribu, tapi dipotong koordinator Rp50 ribu. Jadi uang yang saya terima hanya Rp100 ribu. Emang makan sih dapet, tapi kan ngak sesuai kesepakatan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, hari ini parpol-parpol pendukung Ahok menggelar aksi 412 yang mengklaim sebagai aksi “Kita Indonesia” di Bunderan HI.

Para peserta aksi terlihat mengenakan atribut parpol kaos dan bendera, yang paling mencolok dari Golkar dan Nasdem.

Beberapa pihak menengarai aksi 412 ini sebagai tandingan aksi 212 umat Islam yang digelar di silang Monas dengan jutaan massa yang datang sukarela dengan biaya sendiri bahkan ada yang berjalan kaki dari Ciamis.

Menyikapi aksi tandingan ini, dai kondang Aa Gym menyampaikan akan berbeda aksi yang digerakkan oleh iman dengan yang digerakkan oleh dunia.

“Kita hargai yang akan mengadakan demo tandingan, kelihatannya akan sangat beda rasanya aksi panggilan iman dan aksi karena duniawi,” ujar Aa Gym di akun twitternya, Sabtu (3/12).

Kita hargai yang Akan mengadakan demo tandingan, kelihatannya Akan sangat beda rasanya aksi panggilan iman Dan aksi karena duniawi

— Abdullah Gymnastiar (@aagym) 3 Desember 2016

Melihat kekecewaan peserta 412 yang dibayar tak sesuai kesepakatan ini, sepertinya benar apa yang disampaikan Aa Gym. Panggilan iman memang akan berbeda dengan panggilan dunia. (TS)

Editor: Anas

loading...

COMMENTS