Arifin Ilham: Hikmah Dibalik Kasus Penistaan Al Quran Surat Almaidah Ayat 51, Momentum Menyatukan Ulama dan Ormas Islam

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) mengumumkan rencana menggelar unjuk rasa jilid III pada 2 Desember 2016 untuk menuntut penahanan gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

KOTA BOGOR, (Parsial.com) – Ustad Arifin Ilham mengatakan kasus penistaan Al Quran surah Almaidah ayat 51 yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai momentum menyatukan ulama dan ormas Islam di seluruh negeri.

“Karena Almaidah 51, ulama dan ormas Islam di seluruh negeri semakin merapatkan barisan, semakin kuat kaidah kita dan kuat untuk mempertahankan negeri ini,” kata Arifin saat memimpin Istighatsah dan Tablik Akbar di Mapolresta Bogor Kota, Jawa Barat, Kamis (1/12).

Menurut Arifin, hikmah Almaidah 51 telah menyadarkan umat Islam untuk kembali mentadaburkan (mempelajari) Al Quran, sesuai dengan tuntutan yang benar. Gerakan mempelajari Al Quran semakin bergeliat di berbagai daerah.

Pimpinan Masjid Az Zikra tersebut mengajak umat Islam untuk mendoakan Gubernur Ahok agar mendapatkan hidayah, agar bisa merasakan indahnya iman, dan Islam.

Arifin mengatakan, penistaan Al Quran yang dilakukan Gubernur Ahok atas kehendak Allah SWT untuk mengangkat Almaidah 51. Masyarakat mengingat Almaidah 51 berkat Ahok.

“Ingat Almaidah, ingat Ahok, jutaan warga turun karena Allah. Almaidah itu Punya Allah, ayat Allah, kalau dihina, Allah akan mengangkatnya. Begini Allah mengangkat Almaidah 51 ke permukaan, dan mengingatkan kita kembali akan firman Allah,” katanya.

Arifin mengingatkan pentingnya pemimpin sholeh dan mukmin. Setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, keluarganya, dan lingkungan tempat tinggalnya.

Umat Islam juga diingatkan untuk bersabar dan terus berdoa, bermunajat kepada Allah, agar memberikan hidayah kepada Ahok. Dan kasus hukum penistaan agama perlu diperjuangkan, dalam dakwah.

“Seperti mantu Arifin, dari motivator nasrani, ia bersyahadat setelah dua minggu berdebat bersama anak, akhirnya mendapat hidayah dan mengenal Islam,” katanya.

Terkait Islam yang dinilai sebagai teroris, Arifin menyebutkan, hal itu dilakukan oleh mereka yang tidak paham Islam yang sebenarnya.

Untuk aksi doa bersama 0212, Arifin mengimbau agar seluruh umat yang turun untuk berwudhu, karena dapat menjadi energi positif sehingga dijaga oleh Allah, agar aksi tetap damai.

“Lalu berzikirlah, doa tidak berhenti. Zikir tidak hanya sampai rumah, tapi berzikirlah setiap saat dari keluar rumah, niatkan karena Allah, karena hati ini milik Allah, semoga besok datang karena Allah,” katanya.

Arifin meminta umat berdoa kepada Allah, agar aksi besok dijaga dari provokator, dari kezaliman setan, jin dan manusia yang tidak menginginkan kedamaian antara umat dan pemerintah.

“Ada yang tidak ingin umat Islam bersatu dengan TNI dan Polri, karena kalau berpisah umat Islam dan TNI/Polri, maka hancurlah negeri ini. Umat Islam bersatu dengan TNI/Polri untuk menjaga NKRI,” katanya.

Terkait hidayah untuk Ahok, Arifin menjelaskan, seorang muslim tidak boleh menghujat. Ahok tidak memahami Islam, oleh karena itu dakwah harus sampai kepadanya, menjelaskan betapa mulia dan indahnya Islam.

“Lihat Bapak Ahok, baru satu ayat disentil olehnya, bergerak semua umat Islam. Karena hatinya yang paling dalam tersentuh oleh Ahok. Karena itu, harus ada yang menjelaskan kepada Bapak Ahok,” katanya.

Ustad Arifin berkenan untuk menyampaikan dakwah tersebut dan bertemu dengan Ahok untuk menjelaskan kemuliaan Islam.

“Inshaa Allah dalam waktu dekat, bisa bertemu dengan Bapak Ahok,” kata Arifin.

Editor: Anas/Ant

loading...

COMMENTS