Akom Diberhentikan Dari Ketua DPR Karena Melanggar Prilaku Etik Dewan

Mantan Ketua DPR RI, Ade Komarudin. (Fhoto: Ist/Parsial.com)

JAKARTA, (Parsial.com) –Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memutuskan Ade Komarudin diberhentikan dari jabatan Ketua DPR RI karena mendapat sanksi sedang dari MKD terkait perilaku etik seorang anggota dewan.

Putusan MKD tersebut dibacakan langsung oleh Ketua MKD, Sufmi Dasco Ahmad di ruang sidang lembaga etik anggota dewan, bahwa yang bersangkutan Akom terhitung sejak hari Rabu tangal 30 November 2016, dinyatakan berhenti dari jabatan Ketua DPR RI masa ke anggotaan tahun 2014-2019.

“Akom diberhentikan dari posisinya saat ini karena dua perkara, yaitu perkara nomor register 62 yang dilaporkan oleh 36 anggota Komisi VI karena Akom menyetujui rapat sembilan perusahaan milik Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) dengan Komisi XI tanpa sepengetahuan Komisi VI selaku mitra kerja perusahaan tersebut,” kata Politisi F. Gerindra Dasco, Rabu (30/11).

Kemudian kata Dasco, dari kasus ini telah diputuskan bahwa terdapat pelanggaran yang dilakukan Akom dengan kriteria ringan dan diberi sanksi terguran tertulis.

Selanjutnya, Kata Dasco, MKD juga memutuskan untuk perkara nomor register 66 yang dilaporkan anggota DPR RI yang ada di Badan Legislasi terhadap Ade Komarudin.

Sehingga pihak MKD memutuskan terdapat pelanggaran kode etik DPR RI dengan kriteria sedang terhadap Ade Komarudin.

“Putusan ini ditetapkan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Kehormatan Dewan pada hari Rabu tanggal 30 November 2016 dalam rapat bersifat tertutup yang dihadiri oleh Pimpinan dan anggota MKD dan dibacakan dalam sidang MKD pada hari Rabu tanggal 30 November 2016 serta menghasilkan keputusan final,” ungkap Dasco.

Ia menuturkan, keputusan terhadap Akom itu berdasarkan Pasal 21 huruf b peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik DPR RI. Saat membacaan putusan terhadap Ade Komarudin, Dasco didampingi Wakil Ketua MKD Sarifudin Sudding dan Maman Imanulhaq.

Reporter: Eric
Editor: Adam Saleh

loading...

COMMENTS