Aceh Tetapkan Status Tanggap Darut Selama Dua Pekan Kedepan

Gempabumi tektonik menguncang wilayah Serambi Mekkah dengan kekuatan 6,5 SR, tepatnya di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh pada Rabu (7/12).

JAKARTA, (Parsial.com) – Untuk mempercepat proses tanggap darurat bencana, Plt Gubernur Aceh, Soedarmo menetapkan status Tanggap Darurat Bencana (TDB) selama 14 hari kedepan di tiga kabupaten yaitu, Pidie Jaya, Pidie dan Bireuenua.

Penetapan tanggap darurat hingga 20 Desember ini dilakukan pascagempa bumi 6,5 Skala Richter yang terjadi pada Rabu (7/12) di Pidie Jaya Aceh.

“Penetapan tanggap darurat diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat dan kemudahan akses menggunakan potensi sumber daya yang ada,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang disampaikan ke Parsial.com di Jakarta, Rabu (7/12).

Lanjut dia, jumlah korban jiwa meninggal dunia hingga pukul 15.00 WIB bertambah menjadi 94 jiwa, Pidie Jaya 91, Bireuen 2, Pidie 1, sedangkan luka berat berjumlah 128 jiwa,
Pidie Jaya 125, Bireuen 3 dan luka ringan 489 jiwa, Pidie Jaya 411, Bireuen 78.

“Sebagian korban luka-luka telah dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli. Pos dibuka di RSUD ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan korban yang dirawat,” katanya.

Menurut Sutopo, hasil kaji cepat kerusakan akibat dampak gempa ini menyebutkan 161 rumah rusak berat, Pidie Jaya 86, Bireuen 35, Pidie 40 dan 105 ruko di Pidie Jaya serta bangunan publik lain, seperti 14 masjid, 1 sekolah dan 1 kesehatan.

Sementara, 3 eskavator dari tadi pagi telah dikerahkan di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya mulai dari pagi tadi dan beberapa alat berat telah dikerahkan untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan.

BPBD setempat dibantu TNI, Polri, dinas-dinas terkait , relawan terus melakukan pencarian dan evakuasi. Sekitar 740 personel TNI berada di lokasi terdampak untuk membantu aktivitas tanggap darurat. BPBD sekitar memberikan dukungan personel untuk membantu tangggap darurat di Pidie Jaya.

“Untuk membantu tenaga medis menangani korban gempa maka telah dikirim tenaga medis dan obat-obatan dari daerah-daerah sekitar Pidie Jaya,” ujarnya.

Kemudian, pengiriman tim medis dari RS Muhammadiyah Lhoksumawe siang ini telah diberangkatkan dengan 6 personil untuk memberikan pelayanan medis dan melakukan Rapid Health Assessment (RHA).

Sedangkan tim medis dari RS Muhammadiyah Medan segera diberangkatkan dengan kekuatan 6 personel; 1 dokter, 2 perawat dan 3 relawan. Mengirimkan tim asistensi Posko MDMC PP Muhammadiyah ke Aceh hari ini.

Reporter: HI Darmansyah
Editor: Adam Saleh

loading...

COMMENTS