1.479 Rumah Terendam di Maranggin Akibat Sungai Batanghari Meluap

JAKARTA, (Parsial.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak, 1.479 rumah terendam banjir di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi sejak Jumat (2/12).

“Banjir sampai saat ini masih merendam beberapa desa di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tabir Ilir, Margo Tabir, dan Tabir Timur,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan tertulisnya yang diterima Parsial.com di Jakarta, Minggu (4/12).

Adapun Kecamatan dan desa-desa yang masih mengalami banjir hingga saat ini, kata Sutopo diantaranya, Kecamatan Tabir ilir yaitu
di Desa Rt Limau Manis dan Desa Ulak Makam.

Kemudian banjir di Kecamatan Margo Tabir yaitu di Desa Lubuk Bumbun. Dan selanjutnya di Kecamatan Tabir Timur yaitu, Desa Padang Kelapo, Desa. Lebak Bento, Ds. Ranto Tenang
Dan Desa Kembang Bungo.

Sementara itu, akibat dari banjir tersebut dikabarkan 1 orang meninggal dunia karena hanyut terbawa derasnya arus sungai yaitu, atas nama Adam (35) pada Jumat (2/12). Dan korban sudah ditemukan dan dimakamkan.

Total kerugian yang ditimbulkan dari musibah tersebut mencapai ratusan juta rupiah, dan 245 unit rumah di Desa Rt Limau Manis, Kecamatan Tabir ilir masih terendam banjir.

Kemudian banjir serupa juga terjadi di Desa Ulak makam yaitu ada 64 Unit Rumah Terendam di Kecamatan Margo Tabir dan
Desa Lubuk Bumbun sebanyak 800 unit rumah terendam.

Kemudian terakhir di Kecamatan Tabir Timur yaitu 147 unit rumah masih terendam banjir diwilayah tersebut, diantanya Desa Padang Kelapo 147 Unit Rumah terendam,
Desa Lebak bento 17 unit rumah terendam,
Desa Ranto Tenang 53 Unit Rumah terendam dan
Desa Kembang Bungo 153 Unit Rumah terendam.

“BPBD setempat telah melakukan evakuasi dan pendataan. Dan Kondisi mutakhir tinggi muka air diwilah tersebut masih tergolon tinggi yaitu sekitar ± 50-150 CM,” jelasnya.

Guna memastikan pelayan maksimal BNPB Kabupaten Marangin saat ini membutuhkan tambahan perahu karet, logistik dan air bersih .

Reporter: HI Darmansyah
Editor: Adam Saleh

loading...

COMMENTS