Sering Terjadi Longsor, Warga Mendesak Pemkab Bogor Beri Perhatian Kawasan Puncak

Satu unit mobil Pick Up yang nyaris terbawa arus akibat longsor yang terjadi di kawasan Mega Mendung Bogor Jawa Barat, Senin sore. (Foto: Wahyu/ Parsial.com)

BOGOR (Parsial.com) – Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, 3 rumah warga tertimpa longsor, 4 warga luka dan dua unit kendaraan nyaris hanyut terbawa arus. Kejadian tersebut berada di Kp. Pabangbon Sirnagalih RT 02/002 Desa Mega Mendung Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Akibat peristiwa tersebut, warga dibuat kerepotan. Karena longsor datang secara tiba-tiba. Dimana saat kejadian, warga sedang asik menonton tayangan di televisi.

“Pada saat kejadian kami semua sedang ber kumpul nonton tv, tiba tiba ada suara retakan. Kami baru sadar setelah tembok rumah jebol dan menimpa 4 orang dari keluarga kami,” ungkap ibu Asiah salah satu korban longsor kepada Parsial.com, Selasa (7/3).

Selain rumah ibu Asiah,  Tebing setinggi 20 Meter kembali longsor pada Senin malam (07/02),  dua rumah warga kembali menjadi korban longsoran tanah, bahkan salah satu rumah nyaris tidak tersisa  akibat terbawa longsoran tanah yang tergerus air.

“Sebelumnya memang sudah ada tanda tanda bahwa rumah ini kana longsor, kami sekeluarga mengungsi ke rumah saudara,”  ungkap Iwan pemilik rumah tersebut.

Dia menuturkan, pada saat kejadiam, rumah sudah dalam keadaan kosong, hanya saja warga meninggalkan barang perabotan. Kerena memang belum sempat dipindahkan.

Ditempat terpisah, tepatnya dikampung Sirna Galih, satu  unit kendaraan roda empat dan roda dua nyaris hayut, karna garasi yang  dipakai untuk parkir kendaraan tersebut terbawa longsor. Beruntung saja tidak ada korban jiwa, karena saat peristiwa itu terjadi,  penghuni rumah sudah terlebih dahulu mengungsi di tempat yang aman.

Sementara itu tokoh masyarakat Mega Mendung, Dedi Junaedi kepada Parsial.com menuturkan,  bahwa kawasan tersebut sudah menjadi langganan longsor pada setiap musim hujan. Untuk itu pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten Bogor dapat mengambil langkah  tepat guna menyelamatkan penduduk yang tinggal di tempat rawan longsor.

“Mungkin salahsatunya, warga yang tinggal di titik-titik yang dianggap rawan, Pemkab Bogor merelokasi mereka di tempat yang aman. Adapun bagaimna tekhnisnya, Pemkab dapat langsung mengadakan pertemuan dengan warga. Sehingga peristiwa longsor yang sering menimpa wilayah kami tidak lagi terjadi,” ujar Dedi, yang juga Ketua RT tersebut. 

Selain itu, Dedi juga meminta Pemkab Bogor memberikan perhatian khusus terhadap bencana longsor yang sering terjadi di kawasan Puncak. “Selain potensi pajak pariwisatanya yang tinggi dan terus di pungut, dampak lain seperti longsor juga harus menjadi perhatian khusus,” tandasnya.

Reporter: Wahyu

 

 

loading...

COMMENTS