Pendapatan Pajak Hiburan Kabupaten Bogor Belum Maksimal

Ilustrasi

BOGOR (Parsial.com) – Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menarik pajak hiburan, akan tetapi belum dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor hiburan atau pariwisata. Hal ini disebabkan tidak ada pembayaran pajak dari sektor Tempat Hiburan Malam (THM).

“Saat ini Kabupaten Bogor belum mempunyai Peraturan Daerah (Perda) mengenai THM sehingga tidak ada besaran pajak yang ditarik,” kata salah satu petugas informasi Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bogor kepada Parsial.com, Kamis (03/03).

Kata dia, karena Perda tentang THM sedang direvisi oleh DPRD.

“Saat ini Peraturan Daerah (Perda) arena bernyanyi atau karaoke sedang direvisi oleh DPRD Kabupaten Bogor sehingga tidak ada pembayaran pajak dari sektor usaha arena bernyanyi,” kata petugas yang tak mau disebut namanya ini.

Sementara Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bogor Simwan MZ, mengkritisi SKPD yang memberikan izin dan menarik pajak dari usaha THM yang terbilang ilegal.

“Seharusnya Satuan Polisi Pemong Praja (Satpol PP)  menertibkan usaha arena bernyanyi berkedok restoran atau kafe karena Perda arena bernyanyi sendiri belum ada dan mereka telah menyalahi perizinan,” kata Simwan.

Simwan juga mengatakan seharusnya Satuan Petugas Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan usaha ilegal tersebut. Di samping itu, jika Pemkab Bogor tetap menarik pajak dari THM, uang tersebut berstatus haram.

“Izin nya aja belum ada, berarti uang yang ditarik uang haram,”tegasnya.

Salah satu pengelola Karaoke Polo polo mengakui, pihaknya walau pun belum menjadi wajib pajak (WP) namun sudah dikutif.

“Bahkan kami sudah diberi bukti resi pembayaran,” akunya.

Hal serupa diungkapkan pengelola Karaoke M-One Resto, bahwa penarikan restribusi pajak sebesar 15 persen dari omzet penghasilan arena bernyanyi.

“Kami ditarik pajak sebesar 15 persen,” katanya.

Kepala UPT Pajak Daerah Ciawi, Bambang yang diwakili Nengsih saat dihubungi, berkelit bahwa pihaknya belum menarik sepeser pun pajak dari tempat arena bernyanyi.

“Kita belum berani menarik pajaknya karena perda nya belum ada,” katanya singkat.     

loading...

COMMENTS