Meski Dilarang, SMPN 2 Cisaat Tetap Jual LKS Kepada Siswa

Ilustrasi

Terkait hal itu, Kepala SMPN 2 Cisaat, Mahbup membenarkan adanya praktek jual beli buku LKS disekolahnya. Namun hal itu kata dia, telah melalui persetujuan pihak sekolah dan wali murid.

“Memang benar di sekolah ini ada jual beli buku LKS, tapi itu sudah melalui proses persetujuan orang tua siswa dan ketua komite sekolah saat rapat bersama beberapa waktu lalu yaitu, biayanya sebesar Rp.195 ribu yang diperuntukkan bagi 13 mata pelajaran,” kata Mahbup kepada Parsial.com, Selasa (08/03).

Mahbup meyakinkan, pihaknya tidak akan menandatangani bila pihak orangtua dan pihak sekolah tidak ada kesepakatan dalam pembelian LKS ini.

“Ya kalau kedua belah pihak belum ada kesepakatan, saya tidak mau tanda tangan,” katanya singkat.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Maman Abdurahman sangat menyayangkan adanya praktek jual beli buku LKS di sekolah tersebut.

“Atauranya sudah jelas-jelas diatur dalam Permendiknas No.2 tahun 2008 pasal 11 dan PP no.17 tahun 2010 pasal 181, serta Permendikbud No 60 tahun 2011 sejak 2 Januari 2012 tentang larangan praktek jual beli buku LKS di sekolah, kok masih ngeyel juga.

“Pokoknya saya tidak mau tau apaun itu alasannya. Sekolah tetap dilarang menjual LKS,” tegasnya.

Reporter : Dedi Yusmadi
Editor: Anas

loading...

COMMENTS