Mahasiswa Mulia Pratama Ajak Masyarakat Kembali Mengingat Nilai Pancasila

Sejumlah mahasiswa tengah melakukan aksi demonstrasi menggunakan alat pengeras suara dan alat peraga berupa spanduk yg bertuliskan " Menyegarkan ingatan tentang nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika". (Adhi/Parsial.com)

KOTA BEKASI (Parsial.com) – Sebanyak 20 mahasiswa dari STIE Mulya Pratama, Kota Bekasi melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu Tol Barat 1, depan Mega Bekasi Hypermall Jalan A. Yani Kelurahan Margajaya, pada pukul 14: 40 WIB.

Dalam aksi tersebut massa menggunakan alat pengeras suara dan alat peraga berupa spanduk yg bertuliskan ” Menyegarkan ingatan tentang nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika”.

Kordinator aksi, Surya Bagus mengatakan, Kota Bekasi adalah salah satu kota besar penyangga ibu kota, maka tidak heran ketika Kota Bekasi menjadi salah satu tujuan bagi masyarakat urbanisasi. Sebagai kota urbanisasi, kata dia, Kota Bekasi diwarnai oleh beragam suku, ras, dan budaya.

Keberagaman yang dimilikinya dapat menjadi suatu kekayaan tersendiri yang menonjol dibanding kota-kota lain di Indonesia, namun keberagaman tersebut dapat pula menjadi sumber perpecahan ketika masyarakatnya tidak dapat menyikapi keberagaman tersebut.

“Dari data statistik mencatat Kota Bekasi dihuni oleh 25 persen masyarakat asli Bekasi, 40 persen masyarakat Jawa ( luar Bekasi ) dan selebihnya di isi oleh masyarakat luar pulau Jawa. Data ini semakin membuktikan bahwa Kota Bekasi sebagai kota urbanisasi yang mempunyai keberagaman yang luar biasa dalam hal suku, ras dan budaya,” katanya disela – sela aksinya, kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam lintasan sejarah sudah membuktikan bahwa perbedaan yang ada dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi suatu bangsa termasuk bangsa Indonesia. Keberagaman yang ada di Indonesia kala itu ( masa kemerdekaan ) menjadi sebuah kekuatan tersendiri bagi Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, seharusnya Kota Bekasi dapat mewarisi indahnya keberagaman sebagai salah satu kekuatan menuju Kota Bekasi yang kuat dan bermartabat.

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar bernegara menyimpan nilai-nilai keberagaman yang kuat untuk membuat masyarakat Indonesia termasuk Kota Bekasi sebagai bagian dari Indonesia dapat hidup berdampingan dalam kesehariannya. Sila pertama menyebutkan “Ketuhanan YME “ mengandung nilai keberagaman agama yang ada dan saling menghormati antar umat beragama sehingga dapat hidup rukun berdampingan. Sila kedua menyabutkan

“Kemanusiaan yang adil dan beradab “ esensi dari sila kedua ini adalah masyarakat diarahkan untuk saling menghargai sebagai sesama manusia sehingga dapat saling memanusiakan manusia. Sila ketiga menyebutkan “ Persatuan Indonesia “ mengandung nilai persatuan diantara berbagai perbedaan yang ada sehingga dapat saling menguatkan untuk menuju kedaulatan.

Sila keempat menyebutkan “ Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan “ mengandung esensi bahwa setiap masyarakat dapat mencerminkan sifat bijaksana dalam kehidupan, Founding Father bangsa Indonesia mengatakan bahwa sila keempat ini adalah bentuk demokrasi Indonesia dimana demokrasi ini berlandaskan pada nilai—nilai kemanusiaan yang artinya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Sila kelima menyebutkan “ Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia “, sila terakhhir ini mengandung esensi bahwa keadilan sosial adalah untuk seluruh rakyat Indonesia bahwa tidak ada skat antara si kaya dan si miskin.
“Dari isi Pancasila Ini cukup menjadi dasar bermasyarakat bagi masyarakat Kota Bekasi untuk dapat hidup berdampingan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Mulia Pratama, Ahmad Maulana mengajak dan menyegarkan ingatan tentang nilai Pancasila dan arti Bhineka Tunggal Ika kepada masyarakat Kota Bekasi. Sebagai dari simbol dari keberagaman suku, budaya, dan ras di Kota Bekasi kami berniat untuk menggagas Tugu Pancasila.
“Tugu pancasila ini sebagai inisial kemajemukan masyarakat Kota Bekasi sekaligus bukti bahwa masyarakat Kota Bekasi menjunjung tinggi nilai- nilai Pancasila sebagai dasar hidup bernegara,” tutupnya.

Reporter: Adhi

loading...

COMMENTS