Konvoi Ferrari Saat Jam Tugas, Anggota DPR Dikritik Publik

foto : sesi pemberangkatan konvoi ferrari dibuka oleh mantan wakapolri. Komjen nanan soekarna

JAKARTA (Parsial.com)-Acara konvoi mobil mewah berjenis Ferrari yang di motori oleh salah seorang anggota DPR RI Komisi XI Partai Nasdem yang juga Presiden Ferrari Owners Club Indonesia, Ahmad Sahroni, dianggap kurang etis.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Pemuda Demokrat Indonesia sekaligus mantan sekretaris pemenangan Jokowi dan Jusuf Kalla di Provinsi Papua mengatakan semua pejabat seharusnya lebih menampilkan kesederhanaan sesuai dengan program Nawacita kerakyatan Presiden.

“Aksi ini bisa memicu embrio kecemburuan sosial yang tinggi dari kalangan bawah dan mereka akan antipati pastinya,”tegas Baharudin dalam rilisnya yang diterima Parsial.com,  Jumat (29/1/16).

Menurut Baharudin, walaupun tujuannya positif dan hanya sebatas hobi tetapi harus diingat. Saat ini, dia menyandang predikat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat. Kepedulian terhadap program-program kerakyatan harus lebih diutamakan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota parlemen yang mewakili konstituensnya.

“Predikat anggota DPR akan terus melekat selama dia menjabat, jadi kemanapun dia pergi, apa yang dilakukan itu seharusnya bisa menjadi panutan dan lebih mengedepankan aspek pendekatan diatas kepentingan mayoritas masyarakat.” Terang Baharudin.

Senada dengan Baharudin, Sekretaris Jenderal Assosiasi Dosen Kewarganegaraan, Kusnul Arifin menilai, ini sebuah kekeliruan. Anggota Dewan tersebut dianggap kurang memahami tugas-tugas parlemen dan kenapa melakukan acara konvoi bertajuk tertib lalu lintas yang bukan wilayah tugasnya.

“kalau jumat pagi tadi, dia pergi konvoi, artinya tidak masuk dan tugas di parlemen. Jadi DPR ini mewakili aspirasi rakyat yang mana,?” tegasnya.

Kusnul mengatakan, mangkirnya DPR dalam bertugas dan memilih konvoi mobil mewah, itu artinya dia telah gagal menjadi aspirator rakyat. Dan ini bisa saja mendapat sangsi atau teguran dari Dewan Etik DPR RI.

“anggota dewan seharusnya bisa menjadi tauladan dan motor pemuda, khususnya mahasiswa dalam memimpin, agar kelak saat mereka lulus nanti bisa mengikuti jejaknya dan menjadi pemimpin yang berkualitas.” Tutup Kusnul. (red/her)

loading...

COMMENTS