Jelang Pilkada Bekasi, Neneng Mulai Bermanuver

Neneng Hasanah Yasin (Foto: dok Kab Bekasi)

KABUPATEN BEKASI (Parsial.com)-Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi yang akan digelar tahun 2017 mendatang, masyarakat diminta jangan mau terkecoh oleh janji politik dan manuver Bupati   incumben. Hal tersebut dikemukakan Direktur Aliansi Strategis (Altras) Indonesia, Muhamad Safrudin.

Menurutnya, masyarakat harus mulai cerdas. Karena, kata dia, selama kepemimpinan Neneng, pembangunan di Kabupaten Bekasi jauh dari harapan dan tidak sesuai dengan janjinya saat kampanya Pilkada beberapa tahun silam. Meski ada beberapa titik pembangunan infrastruktur berjalan akan tetapi proses pengerjaannya dinilai bersifat transaksional.

“Bahkan, dari informasi yang kami dapat, proyek pembangunan di dinas binamarga,  keluarga Bupati ikut mendominasi pengerjaaannya, kalau ini dibiarkn tentunya akan merusak sistem dan tatanan pemerintahan,” tegas Rudi, sapaan akrabnya, ketika dihubungi Parsial.com via celulernya, Jumat (29/1).

Saat ini, kata Rudi, Kabupaten Bekasi membutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai jiwa leadership.  Karena,   seorang yang tidak memiliki jiwa pemimpin didalam dirinya akan menghadapi dilema-dilema. Sehingga akan sulit  membedakan antara kepentingan pribadi dan kepentingan yang lebih besar dalam arti positif. Yakni menjadikan daerahnya lebih baik dari masa kepemimpinan yang sebeumnya.

“Tapi yang terjadi saat ini tidak demikian. pola pembangunan tidak terarah dan tidak memiliki master plan yang jelas. Padahal kalau kita mau jujur, seharusnya indeks peningkatan ekonomi Kabupaten Bekasi diatas daerah lain yang ada di Jawa Barat. Karena Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri terbesar  se-Asia Tenggara,” ungkapnya.

Lanjut Rudi, Manuver Neneng jelang Pilkada sudah mulai dilakukan, dari menghadiri acara pernikahan hingga peringatan pengajian di hari-hari besar islam, Neneng hampir tidak pernah absen. “Padahal sebelumnya, saat warga mengundang dalam acara, baik pernikahan maupun hari besar keagamaan, Bupati hanya mengutus perwakilannya saja. Inilah ciri pemimpin politisi. Rakyat hanya dijadikan eksploitasi sahwat kekuasaan semata,” tandas Rudi.    
 
Rep: Adhi
loading...

COMMENTS