Eksekusi Lahan di Cianjur Dituding Ilegal Karena tidak di Sertai Proses Gugatan

Eksekusi lahan di Cianjur Dituding Ilegal Karena tidak di Sertai Proses Gugatan.

CIANJUR, (Parsial.com)-Eksekusi lahan seluas 2000 meter di jalan Hanjawar Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur dituding  masyarakat ilegal karena tidak disertai oleh proses gugatan. 

Pasalnya, eksekusi lahan tersebut mestinya melalui putuskan pengadilan melalui gugatatan sengketa lahan atas kepemilikan lahan tersebut.

Sementara, Dadang warga Palasari selaku orang yang di kuasakan untuk mempertahankan lahan tersebut merasa kecewa atas eksekusi lahan yang melibatkan aparat.

“Kok pihak yang mengaku tanah ini bawa
koramil Pacet Cipanas, Polsek Pacet, dan Pol PP Kecamatan Cipanas untuk eksekusi lahan, ada apa ini?,” kata Dadang Kepada Parsial.com, Jumat, (29/1).

Padahal kata Dadang, kalau memang ini judulnya eksekusi yang benar saja, sesuai dengan aturan hukum yang ada yaitu melalui putusan dari pihak pengadilan.

“Ini bagi saya sanggat janggal, sehingga kuat diduga saya ada permainan antara pihak yang mengklaim tanah ini sama oknum aparat yang turut andil dalam eksekusi lahan ini,” tegas dia.

Sebelumya, pihak Ari Karsanto yang mengklaim bahwa tanah itu adalah miliknya dan melaporkan persoalan tersebut ke Polres Cianjur, atas pelaporan perusakan plang dan penyorobatan tanah beberapa bulan yang lalu, mestinya sudah ada putusan.

“Logikanya begini, sejak pihak Ari melaporkan kasus ini ke Polres Cianjur bebarapa bulan yang lalu mestinya sudah ada keputusan dong, kalau di merasa di pihak yang benar. Ini malah dia bawa bawa aparat dari Koramil dan Polisi untuk memuluskan niatnya untuk menduduki dan menguasai lahan ini ,”tandasnya.

Sementara itu, Ari Karsanto menuturkan bahwa tanah ini pemiliknya Haji Daryono Dan Ibu Merry yang di kuasa penuh kepadanya. Dan sebelumnya tanah ini sudah di pagar olehnya tapi kenapa masih saja ada kegiatan pangkalan pasir.

“Saya marah, saya urus surat-surat tanah dan terus saya adukan perkara ini ke Polres dan Polres sudah ultimatum kepada pemilik pasir untuk tidak ada kegiatan pangkalan pasir di lahan ini ,” ujarnya.

Ari pun berdalih kegiatannya ini yang melibatkan aparat dari Kepolisian, Tentara dan Satpol PP Kecamatan Cipanas adalah dalam rangka pengaman saja.

“Pihak kepolisian hanya pengamanan saja dan judulnya bukan eksekusi tapi pemagaran,” tegasnya.

Reporter: Dedy
Editor: Ryian

loading...

COMMENTS