Pihak STIE Adhi Niaga Tepis Tudingan Jual-Beli Ijazah

PARSIAL.com | Bekasi – Ketua yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Adhi Niaga, Adhi Firdaus, menepis tudingan bahwa pihaknya melakukan jual-beli ijazah. Menyusul  inpeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Menteri Riset, teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti),Mohamad Nasir, di kampus Adhi Niaga  Jl.Jendral Sudirman Kranji Kota Bekasi Jawa Barat, Kamis (21/5) kemarin.

Pasalnya, sebelumnya baik dari kopertis maupun pihak kementerian tidak pernah melakukan konfirmasi terkait penjualan ijazah yang dituduhkan itu.

“Kalau memang pak menteri mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang  adanya jual beli ijazah palsu yang dikeluarkan oleh Adhi Niaga, seharusnya kami diberikan kesempatan untuk klarifikasi, ketika kami hendak mengklarifikasi kepada pak menteri, ketika sidak itu terjadi beliau tidak mau menanggapi ” jelas Adhi.

Adhi mengungkapkan,  dengan adanya sidak yang dilakukan Menristek,  pihaknya merasa dirugikan karena belum ada pemeriksaan tapi sudah divonis bersalah.

Ia menilai sidak yang dilakukan oleh menristek di kampus Adhi Niaga lebih bersifat tendensius.”Kenapa hanya kampus Adhi Niaga saja yang dilakukan sidak, toh kalo berbicara pengaduan dari masyarakat bisa saja kampus-kampus yang lain disidak juga,” tegas Adhi.

Dalam proses mendapatkan ijazah di STIE Adhi Niaga, kata Adhi, mahasiswa dituntut untuk mengikuti  proses perkuliahan. Untuk gelar S1 harus menempuh 150 sks, adapun bagi pindahan, berapa nilai yang sudah di tempuh tinggal di kompersikan.

“Kalau pak Nasir menjastifikasi Adhi Niaga mengeluarkan ijasah hanya menempuh perkuliahan selama enam bulan selesai itu sangatlah tidak mungkin,” tegas Adhi.

Kalau memang ada ijazah palsu yang di keluarkan oleh STIE Adhi Niaga, ia menduga itu hasil scan yang dilakukan oleh oknum. Karena pihak yang paling berwenag mengeluarkan ijazah adalah Pembantu Ketua 1 (PK), selanjutnya dilaporkan kepada kopertis wilayah IV Jawa Barat, dan dapat terakses di   Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT).

Kampus yang berdiri sejak tahun 2006 di bawah Kopertis IV itu telah menggelontorkan 1000 beasiswa mahasiswa berprestasi, yang  saat ini  memiliki 3000 mahasiswa dengan dosen pengajar sebanyak 156, dengan rincian, dosen tetap sebanyak  80 dan dosen tidak tetap sebanyak 76. Sementara yang sudah terdaftar di dikti sebanyak 24 orang.

“Jadi tuduhan pak menteri kepada kampus Adhi Niaga  hanya memiliki dosen sebanyak 24 itu tidak benar, Kalau saat ini dosen yang sudah terdaftar di kopertis sebanyak 24 orang memang kami akui, tapi kami terus berupaya melakukan penambahan sekaligus pembenahan manajemen didalam,” pungkas Adhi.

Sebelumnya, Menristek dan Dikti Mohamad Nasir melakukan sidak ke STIE Adhi Niaga menyikapi pengaduan mengenai jual-beli Ijazah sarjana yang dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut.

“Ada pengaduan langsung ke saya bahwa STIE Adhy Niaga ini mengelurkan ijazah tanpa mahasiswa mengikuti proses perkuliahan yang lazim di sebuah perguruan tinggi. Karena itu, saya inspeksi ke sini,” tegas Menristek, melalui press release yang diterima parsial.com.

Menurut Nasir, berdasarkan pengaduan dari masyarakat, ada 16 perguruan tinggi di wilayah Jadebotabek yang diduga mengeluarkan ijazah palsu untuk lukusan sarjana.  (Jimy)

loading...

COMMENTS