Penyalahgunaan Narkoba, BNN Sepakati Rehabilitasi Menjadi Solusi

JAKARTA | Parsial.com -Penyalahgunaan Narkoba yang belakangan terus meningkat menuntut pemerintah untuk terus berbenah diri dalam proses rehabilitasi.
Karenanya, rehabilitasi disepakati menjadi solusi dari permasalahan penyalahgunaan Narkoba, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara di dunia.

Menjawab tantangan tersebut Badan Narkotika Nasional (BNN) berkolaborasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Yayasan Cinta Kasih Mulia (YKM), Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI), dan International Center for Certification and Education-Colombo Plan (ICCE-CP) mengadakan pelatihan konselor adiksi, yang di selenggarakan di Hotel Santika, Slipi, Jakarta, pada bulan April yang lalu.

Acara yang digelar dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia khususnya bagi konselor adiksi ini diikuti oleh sejumlah partisan baik dari dalam negeri maupun luar negeri tersebut, sedikitnya terdapat 130 partisan dari berbagai daerah di Indonesia dan 180 partisan merupakan perwakilan dari berbagai negara asing, seperti Malaysia, Singapore, Filipina, Pakistan, Bangladesh, Maldieve, dan Australia mengikuti kegiatan sertifikasi.

Diselenggarakannya workshop internasional tersebut, menurut menurut dr.Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS, selaku Deputi Rehabilitasi BNN, adalah untuk mengembangkan human resource bagi para konselor sejalan dengan program rehabilitasi yang saat ini sedang didengung-dengungkan.

“Sertifikasi bagi seorang konselor merupakan suatu bukti bahwa konselor tersebut kompeten. Dengan kata lain, adanya sertifikasi menandakan bahwa konselor yang bersangkutan sudah memiliki kapasitas yang teruji dan diakui baik dalam skala nasional maupun internasional,” ungkap Diah disela-sela pembukaan International Workshop for Drugs Demand Reduction Professionals.

Diah mengatakan, sesuai dengan amanat Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, BNN didaulat sebagai lembaga yang menjadi lini depan dan point center dalam upaya penanggulangan masalah penyalahgunaan Narkotika. Dan sebagaimana tercantum dalam UU 35 No.70 ayat (d), BNN memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial bagi pecandu Narkoba, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Workshop internasional ini, lanjut Diah, merupakan bentuk konkret dari implementasi UU tersebut dalam rangka peningkatan kemampuan pelayanan rehabilitasi yang komprehensif dan berkesinambungan.

Sementara itu, Director Colombo Plan Antonius Riva Setiawan mengatakan, kerja sama antara BNN dengan Colombo Plan dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi telah dimulai sejak tahun 2011 dan secara berkesinambungan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas dari para petugas rehabilitasi. Dengan adanya sertifikasi diharapkan para peserta dapat meningkatkan kualitas layanan dalam melaksanakan program rehabilitasi dengan memberikan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing pecandu,

“Satu hal yang terpenting adalah para peserta yang telah mendapatkan sertifikast dapat mengimplementasikan pelatihan tersebut dengan sebaik-sebaiknya sehingga menjadi tenaga-tenaga rehabilitasi yang profesional,” tandasnya. (Mas’ud)

loading...

COMMENTS