Ormas Di Puncak Ultimatum Kinerja Aparat Bila Tidak Mampu Tanggani PSK

 Bogor  Parsial.com Warga masyarakat Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kian resah. Pasalnya, keberadaan para Pekerja Sek Komersial (PSK) diwilayah tersebut lambat laun akan merusak norma susila bagi warga sekitar. Kekawatiran tersebut tentu cukup beralasan, seiring dengan bertambahnya jumlah PSK.

“Bagaimana warga tidak resah, imbas dari membludaknya jumlah PSK di Puncak, tentu akan berdampak kepada merosotnya moral warga. Kalau anda mau tau, jumlah PSK lokal saat ini mencapai 500 orang lebih, ditambah PSK dari mancanegara atau PSK Moroko lebih kurang 127 orang,”kata Ketua DPD Konsultan Lembaga Hukum (KLH) Kabupaten Bogor, Falahudin kepada Parsial.com, Jumat, (29/5/2015).

Kata dia, bila keberdaan PSK dilajalur Puncak tidak segera ditertibkan oleh pihak berwajib, maka besar kemungkinan warga sekitarlah yang menjadi korban.

“Masyarakat puncak adalah masyarakat yang islami dan sanggat releji. Untuk itu, sudah seharusnya pihak berwajib melakukan penertiban agar moral warga sekitar tidak tidak terkontaminasi oleh prilaku PSK,”himbuh pria yang akrab disapa Firel ini.

Lanjut dia, bila aparat penegak hukum tidak mengambil langkah, untuk menertibapan para PSK, maka pihaknya akan bekerjasama dengan beberapa ormas lainnya, seperti Gerakan Muslim Penyelamat Akidah (Gempa), Lembaga Konsultan Hukum (LKH) dan Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bogor.

“Kami bukan mengancam petugas. Tapi, bila tidak ada upaya penertiban oleh pihak berwajib, maka kami dari beberapa gabungan ormas siap mengambil alih tugus itu, agar Puncak bersih dari maksiat dan jauh dari PSK,”kecam Firel.

Reporter. Sandy
Editor. Adam Saleh

loading...

COMMENTS