Melalui Harkitnas Presiden Jokowi Diminta DPR untuk Stabilkan Sektor Pangan Dan Energi

 Parsial | Jakarta РBerkaitan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), DPR berharap agar Pemerintahan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla mampu mengukir sejarah baru diawal pemerintahannya, yaitu dalam menstabilkan sektor pangan dan energi yang dapat berimplikasi pada stabilnya harga-harga produk.

“Seharusnya, Presiden Jokowi mampu mengukir sejarah baru diawal pemerintahannya, yaitu menstabilkan sektor pangan dan energi sehingga dapat berimplikasi pada stabilnya harga-harga produk. Dengan demikian, tidak ada lagi kegaduhan dimasyarakat,”kata Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin, kepada wartawan di Jakarta, Kamis, (21/5/2015).

Fluktuatifnya harga BBM selama ini, mengakibatkan  Gas LPG dan Tarif Dasar Listrik (TDL) naik, dan tidak terkendalinya harga beras dipasaran. Hal ini muncul secara bersamaan, baru pertama kali terjadi setelah lengsernya Suharto menjadi presiden.

“Perlu kami tegaskan, catatan buruk pemerintah sekarang ini, akan terhapus sendirinya bila kedepan seperti pangan dan energi menjadi mandiri, kuat dalam arti berdaulat pada masa Pemerintahan Jokowi,”himbuhnya.

Lanjut dia, perbaikan sektor energi dan pangan setiap tahun harus terus dievaluasi dan direncanakan baik dalam tata kelola produksi maupun distribusinya.

Untuk itu, pihaknya menyanggkan hingga kini persoalan pangan dan energi tersebut, terus menghantui pemerintah. Diibaratkan sebuah penyakit yang menular kepada masyarakat, dengan segala macam kegaduhan mulai dari masalah impor pangan, impor BBM, mahalnya harga beras, naiknya harga BBM, kelangkaan produk pangan dan energi dan banyak persoalan yang berhubungan dengan BBM, Listrik, Gas dan beras.

“Pangan dan Energi ini bagi banggsa kita ibarat tajamnya pisau, jika ia dalam keadaan baik akan memberikan rasa aman dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Namun, jika pangan dan energi ini lagi buruk, maka dengan sangat cepat mampu menggulingkan sebuah pemerintahan dan menyengsarakan seluruh rakyatnya,”tegasnya.

Reporter. Eric
Editor. Adam Saleh

loading...

COMMENTS