Fadli Zon “Perangi Narkoba Harus Diimbangi Kemampuan Diplomasi

PARSIAL | Jakarta РWakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung penuh sikap pemerintah tegas dalam memerangi narkoba, dan hal itu merupakan konsekuensi pilihan kebijakan.

“Saya sangat mendukung hukuman mati itu dilakukan, sebagai sinyal kita perangi narkoba sebab narkoba ini satu kejahatan yang sangat serius. Namun di sisi lain, pemerintah harus pula mengimbangi kemampuan diplomasinya kepada negara-negara sahabat yang terkena dampak seperti Australia, Perancis dan negara-negara lain,”kata Wakil Ketua DPRR RI Fadli Zon kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/4/2015), menanggapi protes Australia terhadap pelaksanaan eksekusi mati gembong narkoba di Nusakambangan, Rabu dini hari.

Menurut Pimpinan DPR Koordinator Polka mini tersebut, Presiden juga perlu mempertimbangkan hubungan dengan negara-negara sahabat. Bukan berarti kita melemah, tetapi perlu dipikirkan dampaknya. Kalau negara-negara tersebut yang tadinya bersahabat kemudian menjadi musuh.

“Kebijakan zero enemy itu menurut saya penting bagi Indonesia, karena dengan melaksanakan hukuman mati berarti tidak ada masalah. Tapi kalau kita punya titik lemah, dianggap tidak adil atau mengejar popularitas, saya kira bisa menjadi masalah bagi negara-negara tersebut,”tegasnya.

Pasalnya kata politisi berdarah Minang ini, bukan semata-mata narkoba lagi tetapi menyangkut kehormatan sebuah negara. Kalau ada permintaan dari Perdana menteri atau Presiden dan ditolak mentah-mentah, kita harus siap dengan negara tersebut tidak bersahabat lagi.

Saat ditanya apakah perlu kita balas dengan menarik dubes Indonesia dari Australia, kata Fadli, kita sebagai negara yang disorot, maka tidak perlu melakukan tindakan itu.

“Presiden bisa mempertimbangkan kalau permintaan dari Kepala Negara setidaknya menunda eksekusi. Kepala negara atau kepala pemerintah paling tidak ada muka di mata bangsanya,”jelas poltisi partai Gerindra ini.

Lanjut Fadli begitu ditolak, wajar saja kalau mereka marah. Termasuk penundaan eksekusi pada Marry Jean dari Philipina, menurut Fadli kalau masih ada upaya hukum sekecil apapun menyangkut nyawa orang kita harus beri kesempatan, apalagi Sergei dari Perancis, termasuk yang belum akan dieksekusi.

“Jadi mestinya ditunda. Jangan sampai nanti gara-gara ini hubungan kedua negara akan memburuk,”pungkasnya.

Reporter. Eric
Editor. Adam Saleh

loading...

COMMENTS